14,583 views

Kopdar Usai Chatting di FB, Remaja Wanita di Binjai Jadi Korban Pencabulan

by
Tersangka M Yogi Septrianta diapit petugas Polres Binjai usai ditangkap/fer

Onlinesumut-BINJAI : Kendati kejahatan akibat media sosial (medsos) terus terjadi, namun hal ini sepertinya belum jadi pelajaran berarti bagi para warganet untuk selalu meningkatkan kewaspadaan.

Buktinya, lagi-lagi korban terus berjatuhan. Kisah pilu itulah yang dirasakan seorang remaja wanita di Kota Binjai berinisial Sal. Gara-gara mengenal seorang pria bernama M Yogi Seprianta (21) di facebook, ia harus kehilangan masa depan, setelah keperawanannya direnggut pelaku di sebuah pondok kecil di tengan ladang Desa Pekan Sawah, Sabtu malam, 28 April 2018.

Informasi yang dihimpun dari pihak Kepolisian menyebutkan, tragedi di kehidualn Sal itu bermula saat ia pergi ke sebuah warnet yang terletak di Jalan Gunung Bendahara, Kelurahan Binjai Estate, Kecamatan Binjai Selatan, untuk membuka akun facebook miliknya.

Sal terpaksa ke warnet Bani karena ponsel android yang biasa digunakannya ntuk berselancar di dunia maya ditahan ibunya yang sudah kesal melihat tingkah anak gadisnya yang kerap terpaku menatap layar ponselnya sehingga sering tak peduli dengan keadaan rumah.

Ternyata, di warnet itu Sal terlibat chatting secara intens dengan Yogi yang diketahui bermukim di Desa Tanjung Gunung, Kecamatan Sei Bingai, Kabupaten Langkat. Dari chat itu pula akhirnya kedua insan yang mulai di mabuk asmara itu akhirnya janjian untuk kopi darat (kopdar) atau bertemu langsung di warnet tersebut.

Setelah bertemu, tersangka langsung mengajak korban ke Titi Baru Beringam dengan dalih mengajak makan malam berdua. Usai bersantap nasi goreng, tersangka yang mulai dikendalikan hawa nafsu, mulai melancarkan aksi cabulnya dengan memasukkan jari telunjuknya ke dalam kemaluan korban. Tidak itu saja, tersangka semakin yang semakin terbakar birahi, nekad dan menyuruh korban menghisap kemaluannya.

Setelah adegan ‘semi’ tersebut berakhir, tersangka bersama korban beranjak dan melanjutkan perjalanan ke Cafe Barbar yang terletak di Jalan Tualang, Kelurahan Pujidadi, Kecamatan Binjai Selatan. Di tempat itu keduanya sempat menenggak beberapa gelas minuman sekaligus menghabiskan malam panjang itu.

Malam pun semakin larut. Sedangkan korban mulai kehilangan kesadaran akibat pengaruh miras. Kondisi itu pun benar-benar dimanfaatkan tersangka untuk bertindak lebih jauh. Tersangka lantas menyeret korban ke tempat sepi di sebuah semak-semak tepatnya di tengah ladang Desa Pekan Sawah.

Persis di sebuah gubuk kecil, adegan tak layak dilakukan pasangan tanpa ikatan pernikahan itupun terjadi. Lewat rayuan maut tersangka, korban hanya bisa pasrah. Apalagi korban juga diliputi rasa takut, khawatir dilukai pelaku jika menolak. Akhirnya, mahkota yang selama ini terjadi, akhirnya dua kali dibobol tersangka di malam itu.

Saat fajar mulai menyingsing, keduanya lantas beranjak pergi. Pelaku lantas mengantarkan korban ke Jalan Bhakti Karya, Kecamatan Binjai Selatan.

Sesampai di rumah, korban langsung melaporkan kejadian yang dialaminya kepada orang tuanya. Ayah korban yang terlanjur emosi, langsung mendatangi Polres Binjai dan membuat laporan pengaduan ke SPKT dengan Nomor LP/225/IV/2018/ SPKT-B/RESKRIM ,Tanggal 30 april 2018 Pelapor An. PARTIK dan Sp.Kap/139/ V/2018/Reskrim.

Menindaklanjuti laporan itu, petugas Satrskrim Polres Binjai langsung melakukan perburuan. Sebulan berselang, pelaku akhirnya berhasil dibekuk. guna menangkap tersangka, genap sebulan lamanya melakukan penyelidikan akhirnya kasus ini berhasil diungkap.

Sabtu (28/5/2018) sekitar pukul 20.00 wib, Opsnal PPA Polres Binjai mendapat informasi keberadaan Tersangka M Yogi Seprianta sedang berada di Jalan Samanhudi, Kelurahan Binjai Estate, Kecamatan Binjai Selatan. Tim Opsnal Unit PPA dipimpin oleh katim opsnal PPA Aipda Rusdianto sembiring beserta anggotanya langsung menuju objek dan melakukan penangkapan terhadap tersangka.

Selain tersangka, petugas turut menyita barang bukti 1 unit sepedamotor Suzuki Satria FU bernomor polisi BK 4722 AFI warna hitam les kuning thn 2014 yang ditungganginya saat melakukan kejahatan.

Saat dikonfirmasi, Kasatreskrim Polres Binjai AKP Hendro Sutarno membenarkan hal tersebut. “Benar tersangka telah ditangkap dikawasan Binjai Estate oleh Opsnal PPA Polres Binjai” terangnya.

Akibat perbuatannya, tersangka dijerat pasal 81 ayat (2) jo 76D UU RI No 35 tahun 2014 ttg perubahan atas UU RI No 23 Tahun 2002 Tentang perlindungan anak jo UU RI No 17 tahun 2016 ttg penetapan peraturan pemerintah pengganti UU RI No 01 tahun 2016 ttg perubahan kedua atas UU RI No 23 tahun 2002 dan pasal 82 ayat 1 jo 76E UU RI No 35 tahun 2014 ttg perubahan atas UU RI No 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak jo UU RI no 17 tahun 2016 tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti UU RI No 01 tahun 2016 tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti UU RI No 01 tahun 2016 ttg perubahan kedua atas UU RI No 23 tahun 2002 dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara. OS-fer

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *