694 views

Propam Poldasu Tangani Perkara Dugaan Tangkap Lepas Tahanan Polres Asahan

by

Onlinesumut-MEDAN : Kasus dugaan tangkap lepas tahanan narkoba di Polres Asahan akhirnya bergulir ke Kepolisian Daerah Sumatera Utara.

Poldasu bahkan mengaku kasus yang kini mulai menjadi sorotan berbagai kalangan masyarakat.

Kabid Humas Polda Sumut Kombes Rina Sari Ginting turut membenarkan adanya gelar yang turut membelit Kapolres Asahan AKBP Kobul Syahrin Ritonga, setelah ia dituding ‘bermain’ dalam tangkap lepas seorang bandar narkoba bernama Ucok.

“Iyah kita sudah gelar kasus. Saya sudah dapat informasinya,” kata Rina yang dihubungi via seluler, Jumat (9/2/2018).

Rina mengatakan, kasus itu ditangani oleh Bidang Profesi dan Pengamanan (Bid Propam) dan Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumut. Namun Rina mengaku belum mendapat kabar tentang hasil dari gelar perkara.

Sementara beredar kabar, Kapolres Asahan AKBP Kobul Syahrin Ritonga dan jajarannya diperiksa oleh Propam. Namun Rina langsung membantahnya. Dia kembali menegaskan, pihaknya hanya melakukan gelar perkara.

“Jadi karena kemarin ada unjukrasa atas kasus itu. Dari pihak Direktorat Narkoba yang melakukan gelar perkara,” pungkas Rina.

Seperti diketahui, kasus ini semakin menyita perhatian saat puluhan massa yang mengatasnamakan dirinya dari Kumpulan Anak Perantau Asahan (KAPAS) berunjukrasa menuntut Kapolda Sumut mencopot Kapolres Asahan. Mereka menuding Polres Asahan terlibat beberapa kasus terkait narkoba.

Diantaranya kasus pemusnahan barang bukti sebanyak 1,2 kilogram sabu di Posek Simpang Empat yang tidak melibatkan tim Laboratorium Forensik dan sabu-sabu yang dimusnahkan diduga palsu. Kasus ini pun masih dalam penyelidikan Bidang Propam Polda Sumut.

Kapolres Asahan juga diminta untuk mempertanggungjawabkan bandar sabu Samsul alias Kecubung yang ditangkap pada 26 November 2017 lalu di rumahnya. Saat itu, Samsul ditangkap dengan barang bukti 2 paket besar atau sekitar 4 gram sabu dan timbangan elektrik. Bukannya dikenakan pasal bandar narkoba, melainkan Samsul direhabilitasi.

Kapolres Asahan yang dikonfirmasi membantah tudingan para mahasiswa. “Sejauh ini penyidik saya sudah melaksanakan proses sidik sesuai dengan prosedur dan tidak ada bandar yang kita tangkap lepas,” kata Kobul via pesan singkat, Rabu 7 Februari 2018.

Sementara itu Kapolda Sumut Irjen Paulus Waterpauw mengatakan, pihaknya tidak akan memberikan toleransi kepada anggota yang terbukti terlibat. “Tentukan kita ada protap yah, tentu kita pedomani. Kita tindak tegas. Itu prinsip,” kata Paulus di hari yang sama. OS-01

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *