Гамбург Onlinesumut-DAIRI : Politik uang (money politic) kembali mengancam penyelenggaraan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di Kabupaten Dairi. Apalagi, kejahatan di pesta demokrasi itu seolah sudah menjadi budaya di kawasan ini.

Hal itu diketahui berdasarkan penelusuran yang dilakukan Tim Onlinesumut. Beberapa orang warga Kabupaten Dairi yang ditemui mengatakan, saat Pilkada banyak pihak yang mendatangi mereka dan memberikan uang agar memilih calon-calon kepala daerah.

“Disini begitu, ada orang-orang datang kasih uang biar milih calon-calon,” ujar A Sagala, wara Desa Polding, Kecamatan Tiga Lingga, Kabupaten Dairi, Minggu (27/08/2017).

Ia mengatakan, besaran uang yang diberikan pun beragam. Mulai dari Rp 50 ribu, Rp 100 ribu dan Rp 200 ribu. Dirinya pun menyangka, Tim Onlinesumut yang datang melakukan survey merupakan tim dari bakal calon yang akan maju di Pilkada Dairi.

“Kalian dari calon yang mana?,” tanyanya.

Diawal pertemuan, dirinya pun mengira tim yang menemuinya akan memberikan uang kepadanya. “Karena disini begitu. Hampir semua warga disini dikasi uang,” paparnya.

Selain warga Desa Polding, hal serupa juga dinyatakan oleh Pantun yang merupakan warga Desa Bintang Hulu. Pria itu mengatakan, dirinya pernah menerima uang dari calon kepala daerah. Namun, meskipun begitu dirinya tidak memilih calon tersebut.

“Ada yang kasih uang, ada yang kasih sembako. Kalau gak diambil saya seperti dimusuhi. Jadi saya ambil, tapi saya pilih calon lain,” tandasnya.

Hal serupa pun terjadi di desa-desa lainnya di Kabupaten Dairi yang mayoritas petani dengan latar pendidikan yang rendah.

Meskipun begitu, banyak juga masyarakat Dairi yang menolak adanya praktik politik uang pada Pilkada. OS-4

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here