Onlinesumut-MEDAN : Salahsatu tanda reformasi di republik ini, adalah pergantian nama Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI) menjadi Tentara Nasional Indonesia (TNI), sekaligus menandakan pisahnya Polri.

Tapi, perubahan nama itu ternyata tak mempengaruhi akan tekad awal para prajurit, khususnya menyangkut kedekatannya dengan rakyat yang diwujudkan lewat program-program sosial kemasyarakatan.

Tentu rakyat di negeri ini masih ingat betul bagaimana ketika zaman Orde Baru (Orba) program unggulan TNI untuk sosial kemasyarakatan adalah ABRI Masuk Desa (AMD). Kini tradisi untuk terus hidup berdampingan dengan rakyat itu, masih terus dijaga TNI. Ya, melalui progran Tentara Manunggal Masuk Desa (TMMD). Secara serentak, program itu kini sudah dijalankan TNI ke seluruh belahan bumi nusantara.

Belum lama ini, di Sicanang Belawan, Medan, Sumatera Utara program itu dijalankan TNI yang bernaung di bawah Kodim 021/BS. Mereka melakukan pembangunan fisik seperti pembuatan badan jalan baru sepanjang 500 meter dengan lebar 5 meter.

Tak hanya itu, mereka juga melakukan perbaikan jalan tanggul tambak sepanjang 370 meter dengan lebar 5 meter yang kini tahapnya sudah selesai dikerjakan. Yang tak kalah menakjubkan mereka membuat jembatan peyeberangan yang menghubungkan antar desa sepanjang 14 meter dengan lebar 3 meter.

Berbagai pembangunan di Sicanang itu salahsatunya dimaksudkan untuk mengantisipasi banjir Rob yang kerap dialami warga setempat. Apalagi itu dilakukan TNI di saat nyaris tidak dipikirkan oleh pemerintah daerah setempat. Rakyat pun berdecak kagum, terlebih pembangunan dengan formuka pemikiran cerdas itu, tetap terlihat sederhana.

Program TMMD itu tidak akan berhasil tanpa melibatkan kepedulian warga. Butuh sinergitas antar keduanya. Artinya, warga dan TNI harus manunggal jadi satu. Seperti peribahasa Jawa yang berbunyi Abot Podho Dipikul Enteng Podo Ditenteng artinya berat sama dipukul ringan sama dijinjing.

Seberat apapun pekerjaan yang dilakukan TNI jika saling bergotong royong dengan warga setempat akan terasa ringan. Karena, keterbasan anggota TNI juga menjadi faktor utamanya.

Bisa dibayangkan dalam TMMD itu Kodim 0201/BS mampu melibatkan hampir 600 orang. Artinya, jumlah warga yang dilibatkan dalam kegiatan itu lebih besar dari anggota TNI yang ada.

Biasanya, satuan setingkat kompi plus pengawas dari pihak militer hanya 150 orang saja. Lainnya, dari kegiatan itu diambil dari masyarakat umum sekitar 30 orang dan siswa siswi sekolah sebanyak 400 orang.

Jikalau pola yang dilakukan Kodim di Medan tersebut bisa menyeluruh diwujudkan oleh pimpinan Kodam Bukit Barisan di wilayah pinggir laut seputaran Sumatera Utara, maka warga lain tentu akan seberuntung warga Belawan itu. Tinggal, apakah itu akan terwujud?

Tidaklah sulit bagi TNI untuk merangkul rakyat sebanyak itu. Karena sesungguhnya TNI itu milik rakyat. Bukan milik pejabat. Yan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here