Petugas Inafis Polresta Deliserdang mengevakuasi jenazah Husnam/foto : fer

Onlinesumut-TANJUNGMORAWA : Warga Dusun V, Desa Buntubedimbar, Kec. Tanjungmorawa, digegerkan dengan kematian Husnam, pada Kamis petang (1/10/2020).

Diduga kuat, pria 21 tahun yang ditemukan tewas di dalam kamar kediamannya itu merupakan korban pembunuhan.

Begitu kabar itu merebak, hanya dalam sekejap, rumah yang dikontrak orangtua korban, Jono (50) dan Raswi (56) yang berlokasi di Jl. Sultan Serdang, Pasar IX, Gang Harapan, No.83, Dusun V, Desa Buntubedimbar, Kec. Tanjungmorawa, Kab. Deliserdang, Sumatera Utara, langsung disesaki warga.

Bahkan akibat kerumunan warga, arus lalu lintas di jalur menuju Bandara Kualanamu itu turut terganggu.

Sementara menurut informasi, peristiwa ini terungkap ketika kedua orangtua korban kembali ke rumah. Setibanya di depan rumah, Jono memanggil-manggil Husnam, memintanya membuka pintu rumah.

Namun situasi mendadak aneh. Jika sebelumnya ketika dipanggil, korban langsung menyahut, kali ini dipanggil beberapa kali korban tak kunjung menjawab.

“Biasanya setiap orang tuanya pulang, kalau dipanggil cepat membukankan pintu. Tadi kok dipanggil gak nyahut-nyahut,” ungkap Jono ditanya wartawan di lokasi kejadian.

Karena tak direspon, Jono sempat kesal. Dia lantas berupaya membuka pintu dari luar, dengan cara memasukkan tangannya dari salah satu kaca jendela samping pintu.

“Saya masukkan tangan saya ke jendela, maksudnya mau ngambil kunci yang di dalam. Tapi tidak bisa. Rupanya, pas kunci depan saya buka-buka, rupanya tak terkunci pintunya. Saya masuk ke dalam,” terangnya lagi.

Setelah Jono dan istrinya masuk ke dalam rumah, mereka membuka pintu kamar korban. Saat pintu terbuka, Jono dan istri dibuat kaget, setelag melihat anaknya sudah tergeletak di tempat tidur. “Waktu kami periksa, badannya kok sudah dingin,” kata Jono lirih.

Mengetahui anaknya sudah tak bernyawa, Jono dan istrinya langsung berteriak histeris. Teriakan itu spontan memancing perhatian warga.

“Dia (Husnam) tidak pernah keluar rumah, kalau kami berdua pergi kerja. Seharian anak saya di rumah hanya main game. Kami tinggal di kontrakan ini lebih kurang dua tahun. Sebelumnya, kami tinggal di Delitua. Karena tempat kerja kami di Tanjungmorawa, maka kami ngontrak di sini. Kalau dari Delitua, jauh kali tempat kerjanya,” urai Jono.

Jelang malam, sejumlah aparat kepolisian dari Polsek Tanjungmorawa dan Inafis Polresta Deliserdang yang mendapat informasi, turun ke TKP.

Kanitreskrim Polsek Tanjungmorawa, Ipda Dimas Adit Sutono yang turut hadir di lokasi kejadian menduga kuat, Husnam merupakan korban pembunuhan.

“Setibanya di rumah, kedua orangtuanya memeriksa korban, ternyata sudah meninggal. Diduga korban pembunuhan, karena leher kanan korban mengalami memar akibat benda tumpul dan diduga mengalami patah,” kata Dimas.

Dari lokasi, sebut Dimas, pihaknya mengamankan sejumlah barang bukti, antara lain palu, satu kotak hape Xiaomi 6A, satu kotak hape Samsung Y12, sebuah broti sepanjang 50 sentimeter.

“Pihak keluarga merasa keberatan dan menyerahkannya kepada kita penangannya.
Jenazah korban akan dibawa ke RS Bhayangkara Medan untuk proses autopsi. Saat kejadian, korban sedang sendirian di dalam rumah dan punya penyakit gangguan mental,” terang Dimas.

Saat ditanya apakah tewasnya korban dilatarbelakangi perampokan? “Diduga seperti itu,” jawabnya. Ditanya, apa-apa saja barang yang hilang dari dalam rumah korban, Dimas menyebutkan, dua unit hape dan uang Rp600 ribu.

Penulis : Budi/Feri
Editor : Teuku

 

ID:2633 Responsif

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here