Kepala Desa Togabasir saat menyerahkan BLT ke warganya/foto : job

Onlinesumut-TAPTENG : Bantuan Langsung Tunai yang bersumber dari Dana Desa (BLT-DD) telah dibagikan sejak Jum’at, 15 Mei 2020 kemarin, diseluruh Indonesia. Diharapkan semua desa dapat membagikan BLT-DD sebelum lebaran Idul Fitri 1441 H pada hari Minggu besok, 24 Mei 2020.

Seperti halnya di Desa Togabasir, Kec. Pinangsori, Kab. Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatera Utara. Pembagian BLT DD dilaksanakan di aula desa setempat.

“Untuk pagu Dana Desa sebesar Rp977.583.000,” ungkap Kades Togabasir, Maranius Mendrofa.

Diperuntukan, jumlah KK desa Togabasir mencapai 146 Kepala Keluarga. Sedangkan data calon penerima BLT hasil Musyawarah Desa (Musdes) ada 34 KK.

Data yang dihimpun di lokasi setelah hasil seleksi penerima, seharusnya ada 48 KK. Namun data penerima BLT dari pusat hasil pengesahan terdapat hanya sebanyak 34 KK yang akan menerima bantuan tersebut.

BLT-DD yang disalurkan Rp20.400 ribu rupiah untuk tahap pertama ini dari DD Tahun 2020 Desa Togabasir.

“Kita belum tau kapan Covid-19 akan berakhir, maka harus bersabar. Artinya simple saja, kita harus harus tau pantangannya apa, yakni disiplin memakai masker, tinggal di rumah bila tidak ada keperluan yang penting untuk keluar rumah, tidak boleh berkerumun dan jaga jarak,” jelasnya.

Kades Togabasir Maranius Mendrofa didampingi Sekdes dan Bendaharanya menjelaskan bahwa sasaran penerima BLT-DD yakni keluarga miskin non penerima bantuan PKH, BPNT, BST dan bantuan sejenis lainnya.

Besarnya bantuan Rp600.000 selama 3 bulan diberikan pada bulan Mei, Juni dan Juli 2020 dan hari ini adalah tahap awal penyaluran untuk warga di Desa Togabasir.

“Ini semua yang menerima merupakan keluarga yang belum pernah dapat bantuan Covid-19,” ujar Maranius, Jum’at (22/05/) di aula Desa Togabasir.

Didampingi tim dari kecamatan dan petugas dari PMD Kab. Tapteng, Kades Togabasir langsung meyerahkan uang tunai bagi warga sebesar Rp600.000/KK.

“Disini kita telah melakukan pendataan calon penerima BLT-DD, dengan melakukan Musdes khusus validasi, finalisasi, dan penetapan calon penerima BLT-DD, namun karena 10 KK lagi masih di perantauan jadi kita tak bisa cover semua,” terangnya.

Masih kata Maranius, pihaknya melakukan validasi, finalisasi, dan menetapkan calon penerima BLT-DD melalui musyawarah mufakat. Ia mengungkapkan bahwa pelaksanaan musdes sempat terkendala dengan kesimpangsiuran data penerima bantuan jaminan pengaman sosial (JPS) dari provinsi dan pusat, sehingga berakibat mundurnya jadwal musdes.

“Bila ada warga yang kemungkinan belum ter-cover di BLT-DD saat ini, itu menjadi bagian dari tugas kami dan akan jadi sasaran bantuan berikutnya, mereka masih di perantauan dan tak bisa pulang ke desa ini, namun untuk warga disini semua ter cover,” terangnya.

Pantauan dilokasi teknis pembagian BLT-DD dilaksanakan memenuhi protokol pencegahan Covid-19 dengan mengundang penerima secara bergiliran, tempat duduk antrian berjarak aman, dan memakai masker.

Penulis : Job Purba
Editor : Van Lubis

 

ID:2633 Responsif

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here