Praka MPNCC, oknum anggota Korem 023/KS yang kini menjalani penahanan di Denpom 1/2 Sibolga/foto : ist

Onlinesumut-SIBOLGA : Penemuan jasad sesosok manusia yang hanya menyisakan tengkorak dan tulang belulang ditepian Jl. Feisal Tanjung, Kec. Pandan, Kab. Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatera Utara, Kamis, 21 Mei 2020 lalu, mulai menguak tabir kasus pembunuhan dibaliknya.

Benang merahnya pun mulai terlihat. Karena persis disaat Polres Tapanuli Tengah tengah menyelidiki kasus ini, seorang oknum TNI yang bertugas di Korem 023/KS , juga diperiksa dan ditahan Denpom 1/2 Sibolga, sejak tanggal 20 Mei 2020 sampai sekarang.

Belakangan menyeruak kabar, bahwa tulang belulang itu adalah istri sang oknum prajurit yang hilang. Muncul dugaan, wanita berinisial AL itu tewas dibunuh hingga akhirnya masalah itu menjerat MPNCC.

Kapenrem 023/KS, Mayor Arh Keles Sinaga ketika dikonfirmasi membenarkan bahwa pihaknya telah melakukan penahanan terhadap oknum anggota Korem tersebut. Hal itu katanya untuk kepentingan penyidikan yang dilakukan Denpom 1/2 Sibolga.

“Benar ada anggota Korem yang ditahan di Denpom 1/2 Sibolga, diduga terkait penemuan kerangka manusia di Jl. Feisal Tanjung, Tapanuli Tengah. Dan sesuai dengan aturan yang berlaku di tubuh TNI, penegakan hukum dan disiplin TNI adalah wewenang Denpom,” terangnya, Jum’at (22/5/2020).

Sedangkan terkait tengkorak manusia yang ditemukan, kata Keles, masih menunggu hasil penyelidikan dari Tim Inafis Polres Tapteng.

“Jadi kami dari Korem 023/KS tidak ada menutup-nutupi informasi terkait anggota kami yang ditahan dan diperiksa Denpom. Hanya saja Denpom 1/2 Sibolga, Polres Tapteng, dan juga Tim Inafis masih bekerja sampai saat ini. Dan apa hasil dari pengembangan itu, mereka jugalah yang berhak memberikan keterangan sesuai dengan tupoksinya,” ungkapnya.

Sementara itu informasi dihimpun, bahwa kerangka manusia yang ditemukan itu diduga istri dari oknum TNI yang sedang ditahan Denpom 1/2 Sibolga itu. Dan kematian korban juga diduga karena dibunuh oknum TNI berpangkat Praka itu bersama dengan dua orang wanita warga sipil, berinisial SMS (30), dan WNS (29) yang bekerja sebagai tenaga honorer di Tapteng.

Kedua warga sipil itu sudah menjalani pemeriksaan di Mapolres Tapteng. Hanya saja informasi resmi terkait pemeriksaan itu, juga belum berhasil dikonfirmasi kepada Kapolres Tapteng yang baru beberapa hari menjabat, AKBP Nicolas Dedy Arifianto.

Penulis : Benny
Editor : Yudis

 

ID:2633 Responsif

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here