Juru Bicara GTPP Covid-19 Sumut, dr Whiko Irwan D SpB/foto : repro

Onlinesumut-MEDAN : Kurangnya kepedulian masyarakat Sumatera Utara, khususnya yang masuk dalam kawasan zona merah dalam menerapkan protokol kesehatan, sepertinya menjadi penyebab utama terus terjadinya lonjakan jumlah penderita Covid-19 positif.

Terbukti, hingga Rabu sore, 20 Mei 2020, Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Provinsi Sumatera Utara mencatat, kembali terjadi kenaikan untuk jumlah pasien positif Virus Corona sebanyak 15 orang.

Demikian disampaikan Juru Bicara GTPP Covid-19 Sumut, dr Whiko Irwan D SpB, dalam paparan update terkini covid-19 lewat siaran youtube di channel Humas Sumut, Rabu sorw (20/5/2020).

“Dengan demikian, berarti sampai saat ini, jumlah pasien positif covid-19 menjadi 250 orang, karena ada kenaikan 15 pasien dari jumlah pada Selasa kemarin yang berjumlah 235 orang,” urainya.

Berdasarkan rincian pihak GTPP Covid-19 Sumut, dari 15 orang pasien positif itu, 9 orang diantaranta dari Medan. Sehingga total pasien positif covid-19 asal Medan menjadi 169 orang, sekaligus masih menjadi kawasan terbanyak penyumbang penderita positif di provinsi ini.

Dari Kab. Deliserdang bertambah 5 orang, sehingga total menjadi 31 orang. Lalu dari Pematang Siantar 2 orang dan totalnya menjadi 12 orang, disusul Labuhanbatu Utara 1 orang dan totalnya menjadi 2 orang.

Lebih jauh Whiko turut menyebutkan bahwa jumlah pasien positif covid-19 yang meninggal dunia di Sumut menjadi 30 orang atau bertambah 1 orang dari Selasa sore yang masih berjumlah 29 orang.

Sedangkan pasien positif covid-19 yang sembuh, jumlahnya tidak berubah yaitu 74 orang. Dan jumlah pasien positif covid-19 yang dirawat di rumah sakit saat ini sebanyak 146 orang.

Disamping itu, jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang dirawat di rumah sakit sebanyak 196 orang atau berkurang 8 orang dari Selasa sore. Sedangkan PDP yang sembuh sebanyak 220 orang atau bertambah 3 orang, serta jumlah Orang dalam Pemantauan (ODP) sebanyak 538 orang.

Dalam paparannya, Whiko juga mengutip pernyataan staf WHO atau badan kesehatan dunia, Mike Briant yang mengatakan covid-19 dapat berpotensi menjadi virus endemis, seperti virus influenza, campak dan HIV. Tidak dapat pula dipastikan kapan virus corona menghilang, sehingga muncullah istilah baru berdamai dengan covid-19.

“Berdamai dengan covid-19 bukan berarti menyerah melawan covid-19, tetapi hidup berdampingan dengan covid-19 tetapi harus tetap menjaga diri dari penularannya. Hal itu dicegah dengan cara menjalankan protokol kesehatan. Hidup normal yang baru (new normal) adalah beraktivitas dengan tetap memakai masker, menjaga jarak serta membiasakan diri mencuci tangan dengan sabun,” pungkasnya.

Penulis/Editor : Van Lubis

 

ID:2633 Responsif

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here