Wagubsu Musa Rajekshah yang mengenakan atribut Golkar tampak menyerahkan bantuan bagi warga terdampak Covid-19. Tapi belakangan foto ini mengundang kontroversi karena selain disebut ketua, bantuan itu juga ternyata mengatasnamakan pribadi meski membawa atribut partai/foto : ist

Onlinesumut-MEDAN : Terkait beredarnya berita wakil Gubernur Sumatera Utara yang menyalurkan bantuan sembako untuk warga yang terkena dampak Covid 19 menjari sorotan Ketua Forum Rakyat Sumatera Utara (Forsu), Ahmad Faisal Nasution.

Faisal menilai Musa Rajekshah atau Ijeck terlalu ambisius. Hal ini disampaikannya menanggapi beredarnya foto Ijeck membagikan bantuan sembako bersama sejumlah kader Golkar dan pada salah satu truk berisi sembako terpampang spanduk berisi foto Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto dan Musa Rajekshah.

Foto ini semakin menyita perhatian karena seorang kader Golkar bernama Widya Agustina Lubis sekaligus manta caleg yang gagal masuk parlemen, dalam status whatsapp menulis caption di foto itu “Bantuan pribadi oleh Ketua Golkar Sumut Bapak Musa Rajekshah 4000 sembako siap disalurkan untuk masyarakat yg membutuhkan & terdampak Covid-19″.

“Menurut saya itu terlalu ambisius dan pencitraan. Dimana belum lagi menjadi Ketua Golkar tapi sudah berani menjual jabatan ketua,” kata Ahmad Faisal Nasution kepada sejumlah wartawan, Jum’at (8/5/2020).

Menurut Faisal, kondisi ini sangat memprihatinkan. Mengingat bantuan kepada masyarakat Sumatera Utara oleh tampuk pimpinan termasuk Wakil Gubernur Musa Rajekshah belum sepenuhnya selesai dengan baik.

“Untuk urusan bantuan pemerintah aja belum sekesai, ini muncul pula mengatasnamakan bantuan pribadi, padahal bantuan dari Pemprovsu saja belum sepenuhnya tersalur dengan baik. Itu nggak bohong lho. Makanya ini saya bilang nampak pencitraannya, yang wajib saja lah pak dilaksanakan, jangan pencitraan terus,” sindir Faisal.

Ahmad Faisal berharap seluruh kader Golkar yang juga pemilik suara dalam penentuan tampuk pimpinan mereka agar bijak dalam menyikapi sosok yang tepat untuk menjadi pemimpin mereka ke depan.

“Berkaca dari hal ini pemilik suara Golkar di Sumut harus bijaklah nanti menentukan pilihan,” pungkasnya.

Ditempat terpisah, Diman (45) warga Jl. Ambai Medan yang sehari-harinya berprofesi sebagai penarik becak motor amat sangat menyayangkan tindakan wakil Gubernur Sumatera Utara.

“Oalah pak, yang wajib aja belum bapak jalankan eh ini malah ngurusin yang gak wajib. Urus dulu kami pak, jangan main partai-partai lah pak. Gak elok di pandang, cukup sebagai wagub saja bapak kasih batuan merata kami sudah senang, terbantu. Ini yang dari Pemerintah Provinsi aja belum nyampe, ini malah bawa-bawa partai, perhatikan saja warga bapak, rakyat bapak ini,” keluh Diman.

Penulis : Yuli
Editor : Teuku

 

ID:2633 Responsif

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here