Warga Lingkungan 3 geruduk rumah Kepling setempat mempertanyakan bantuan sembako dari Pemkot Sibolga bagi masyarakat terdampak Virus Corona/foto : ben

Onlinesumut-SIBOLGA : Kericuhan terjadi di Lingkungan 3, Kel. Pancuran Dewa, Kec. Sibolga Sambas, Kota Sibolga, Sumatera Utra, Kamis malam (2/4/2020), ketika sejumlah warga menggeruduk kediaman Kepala Lingkungan (Kepling) setempat yang mereka tuding pilih kasih soal pendataan penerima bantuan dampak Virus Corona (Covid-19) dari Pemkot Sibolga.

Kejadian itu dipicu saat beberapa kepala rumah tangga di Lingkungan 3 mendengar bahwa pendataan bantuan tersebut tidak transparan dan data warga yang diajukan Kepling 3 sepihak.

“Kami keberatan Kepling 3 sepihak dalam pendataan bantuan dari Pemkot Sibolga,” teriak warga dilokasi.

Warga Lingkungan 3 geruduk rumah Kepling setempat mempertanyakan bantuan sembako dari Pemkot Sibolga bagi masyarakat terdampak Virus Corona/foto : ben

Tidak itu aja, memuncaknya kekesalan warga terhadap Kepling 3 juga karena sosoknya yang sombong dan arogan kepada warganya. “Di kau-kau kannya aku tadi ini kepling sombongnya minta ampun,” kecam warga.

Sementara Agustina Simanjuntak, warga lingkungan 3 menuturkan, bahwa ia mendapatkan informasi bantuan sembako dari Pemkot Sibolga untuk rakyat. Syaratnya, bagi siapa yang tidak dapat voucher untuk menemui Kepling dengan membawa Kartu Keluarga untuk mendapatkan bantuan berupa beras.

“Ada lagi bantuan untuk tukang becak tapi itu Kepling tidak pergi mendata ke belakang padahal menantu saya juga tukang becak. Jadi pergi saya tadi ke rumah Kepling saya tanyakan itu namun kata kepling berkas sudah dikirimnya,” kata Agustina, Kamis malam sekitar pukul 19.45 WIB.

Sebagai warga lingkungan 3, Agustina mengaku sangat tidak terima saat Kepling 3 malah menyuruhnya untuk mendatangi Kepling IV. “Jadi disini kita tidak tau maksud dia apa,” urai Agustina.

Sementara Kepling 3 Harianto saat dikonfirmasi wartawan berdalih, dalam pendataan ini yang ia kumpul hanya tukang becak aja. “Datanya ada cuma masih di Kantor kelurahan,” kilahnya.

Ketika dipertanyakan masyarakat yang tidak kebagian, si Kepling menyarankan akan dimusyawarahkan lagi di Kantor Lurah. “Jatahnya itu ada 18 orang untuk parbecak dan pedagang kecil,” sebutnya singkat.

Penulis : Benny
Editor : Yudis

 

ID:2633 Responsif

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here