Ketua GIS Muhammad Exsan dan Bendahara Linda Chaniago berfoto bersama ojol disela kegiatan penyerahan makanan gratis/foto : dis

Onlinesumut-MEDAN : Sebagai organisasi sosial yang fokus terhadap kegiatan berbagi kepada sesama, wabah Virus Corona yang kini melanda seluruh belahan dunia, nyatanya tak menjadi penghalang bagi relawan Gerakan Istiqomah Sedekah (GIS) untuk terus berbuat.

Bahkan momen Jum’at Barokah yang menjadi agenda rutin komunitas ini, tetap berlangsung seperti biasanya, meski sedikit terjadi skema pembagian demi menghormati kebijakan pemerintah terkait aktivitas selama serangan Covid-19.

Bendahara GIS Linda Chaniago mengungkapkan, untuk saat ini, pihaknya cenderung memanfaatkan aplikasi pengiriman yang ada di ojek online (online).

“Lewat aplikasi pengiriman barang itu, kita menitipkan nasi bungkus, hand sanitizer dan ongkos kirimnya kepada abang ojol dengan tujuan secara acak. Nah kepada abang ojol itu kita memintanya untuk menyerahkan paket itu kepada penarik becak, anak jalanan atau masyarakat yang mereka nilai membutuhkan dilokasi tujuannya,” ungkap Linda, Jum’at (3/4/2020).

Penyerahan makanan gratis pada ojol dalam kegiatan Jum’at Barokah yang digelar GIS/foto : dis

Tidak itu saja, kata Linda, setiap Ojol yang mereka order, juga mendapatkan paket serupa.

“Jadi tiap ojol dapat 2 paket serupa berupa nasi dan hand sanitizer. Satu untuk ke masyarakat yang mereka jumpai di tempat tujuan dan satu lagi buat abang ojolnya. Semuanya gratis dan kita tidak mengabaikan haknya berupa ongkos kirim, tetap kita berikan,” paparnya.

Adanya paket tambahan hand sanitizer dalam kegiatan kali ini, sambung Linda, ini sebagai bukti bahwa GIS juga peduli terhadap kesehatan masyarakat.

“Lewat ini kita juga mau membuktikan peran serta kita membantu pemerintah mensosialisasikan ke masyarakat untuk tetap menjaga kebersihan sehingga bisa mencegah penularan covid-19,” terangnya.

Pengurus GIS berfoto bersama dengan ojol yang akan mengirimkan paket makanan kepada masyarakat dalam kegiatan Jum’at Barokah/foto : dis

Tentang keterlibatan ojol dalam Jum’at Barokah ini, wanita yang juga Koordinator kegiatan GIS ini mengaku bahwa hal itu dilakukan karena komunitas mereka memiliki pengalaman memprihatinkan sekaligus menyedihkan terjait ojol.

“Jadi waktu itu kita juga ada kegiatan bagi-bagi nasi pas jum’at barokah. Jadi pas itu ada seorang abang ojol tidak punya saldo buat ‘withdraw’ (tarik uang) di ATM. Dia mau makan siang, tapi saldonya tak cukup buat beli nasi. Pas GIS disitu memberinya nasi, ia sampai nangis karena memang sudah sangat lapar,” kisahnya.

Apalagi, kata Linda, mereka sangat memahami bahwa dampak virus corona, sangat mempengaruhi perekonomian masyarakat secara luas, termasuk ojol yang berharap penghasilan harian.

“Makanya kita libatkan abang-abang ojol. Ada sekitar 150 bungkus nasi yg kita bagikan kepada abang ojol. Sedikit memang, tapi semoga bisa membuat mereka bahagia dengann kepedulian kita,” pungkasnya.

Penulis : Linchan
Editor : Teuku

 

 

ID:2633 Responsif

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here