Sekdakab sekaligus Ketua Gugus Tugas Pencegahan dan Penanganan Corona Virus Disease (Covid-19) Kab. Deliserdang Darwin Zein didampingi Kadis PMD Citra Efendi Cappa saat memaparkan tentang virus corona di hadapan forkopimcam 2 kecamatan/foto : malkan

Onlinesumut-PATUMBAK : Ketua Gugus Tugas Pencegahan dan Penanganan Corona Virus Disease (Covid-19) Kab. Deliserdang, Darwin Zein, menggelar pertemuan dengan jajaran Forkopimcam 2 kecamatan yakni Kecamatan Patumbak dan Biru-biru yang bertujuan menyikapi dampak penyebaran Covid-19 yang telah di nyatakan sebagai Global Pandemic.

Bertempat di Aula Kantor Desa Marindal l, dalam pertemuan yang digelar Jum’at (3/4/2020), tampak hadir dalam pertemuan itu Asisten III Edi Mawardi dan sejumlah pimpinan OPD Deliserdang diantaranya Kadinsos Hendra Wijaya, Kadis PMD Citra Efendi Cappa Kadis PMD dan Kadis Porabubpar Khoirum.

Selain itu juga hadir Camat Biru-Biru Wahyu, Camat Patumbak
Danang P Yuda, Sekcam Patumbak Dhani MS, dr Benny L Bukit Kepala Puskesmas Patumbak, Kepala Desa se-Kec. Patumbak dan Kepala Desa se-Kec Biru-Biru, juga FKDM Kec Patumbak.

“Mengantisipasi dan menangani penularan Covid-19 yang kini dilakukan yakni dengan mendorong pembentukan Satuan Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Desa berdasarkan pertimbangan dan rekomendasi Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 kabupaten/Kota sesuai dengan Surat Edaran Menteri Kesehatan Nomor Hk.02.01/Menkes/199/2020 Tentang Komunikasi Penanganan Corona Virus Disease 2019,” papar Darwin Zein dalam arahannya.

Sedangkan Kadis PMD Citra Efendi Cappa dalam sambutannya menyampaikan beberapa poin yang perlu diketahui kepala desa diantaranya, memfasilitasi pemerintah desa agar mengalokasikan dukungan pendanaan melalui APBDesa untuk penanggulangan dan pencegahan penyebaran COVID 19 melalui pos jenis belanja tak terduga.

“Bagi desa yang telah menganggarkan dalam APBDesa untuk bidang penanggulangan bencana,keadaan darurat dan mendesak. Atas perintah kepala desa, kaur keuangan dapat mengeluarkan uang SPP panjar yang diajukan oleh kasi/kaur sesuai bidang tugasnya,” sebut Efendi.

Kemudian, Kasi/kaur harus menyusun RAB dan diajukan kepada kepala desa melalui sekretaris desa. Lalu sekretaris desa melakukan verifikasi terhadap RAB yang di usulkan.

Kepala desa melalui surat keputusan kepala desa menyetujui RAB pelaksanaan kegiatan anggaran belanja tak terduga sesuai dengan verifikasi yang dilakukan oleh sekretaris desa. Kepala desa melaporkan pengeluaran anggaran belanja tak terduga kepada Bupati paling lama satu bulan sejak keputusan kepala desa ditetapkan.

“Perlu menjadi pertimbangan dalam penyusunan APBDesa Tahun anggaran 2021 mengalokasikan anggaran untuk bidang penanggulangan bencana, keadaan darurat dan mendesak desa, yang dapat digunakan untuk membiayai kegiatan dari kejadian yang tidak dapat di prediksikan sebelumnya,seperti bencana alam dan mengagendakan kegiatan yang bersifat rekonstruksi dan rehabilitas pasca bencana,” paparnya lagi.

“Lalu agar melaporkan perkembangan kegiatan penanggulangan dan pencegahan Covid-19 di desa kepada Menteri Dalam Negeri Melalui Direktur Jenderal Bina Pemerintahan Desa,” pungkas Citra Efendi.

Penulis : Malkan Nst
Editor : Van Lubis

 

ID:2633 Responsif

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here