DI, siswi SMK Swasta Batangkuis yang menjadi korban pemerkosaan 7 orang kakak kelasnya/foto : nyak

Onlinesumut-DELISERDANG : Kasus pemerkosaan ‘ala sum kuning’ yang diduga dilakukan 7 orang siswa SMK swasta di Kec. Batangkuis, Kab. Deliserdang, Sumatera Utara, terhadap siswi adik kelas mereka sendiri, akhirnya diungkap Tim Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polresta Deliserdang.

Meski sejauh ini belum ada keterangan resmi terkait pengungkapan kasus yang sangat mencoreng dunia pendidikan itu, namun sejauh ini 8 orang terduga pelaku yang masih berusia dibawah umur, dilaporkan sudah diamankan.

Meski penangkapan itu takkan mampu mengobati perasaan korban dan tak juga bisa mengembalikan masa depan korban yang hancur, namun siswi berinisial DI itu mencoba tegar menghadapi kenyataan pahit yang telah dialaminya.

Ditemui dikediamannya disalahsatu dusun di Desa Bangunsari Baru, Kec. Tanjungmorawa, remaja 15 tahun itu menceritakan kisah kelam yang dialaminya terjadi pada 16 Desember 2019 sekitar pukul 12.00 WIB.

Dengan sedikit terbata, gadis belia itu mengaku, ketika itu ia datang ke bengkel tempat praktik sekolah bagi pelajar jurusan otomotif untuk mengambil gelas.

“Abang-abang itu (para pelaku) waktu itu sedang mengelas-ngelas di dalam bengkel. Tiba-tiba ada kakak kelas (berinisial Yo) yang tinggal di Gang Rukun Pasar 3 Tanjungmorawa narik tangan saya ke ruangan 4 bersama 3 kawannya (berinisial Al, Sai dan Ag),” kisah DI, Rabu (1/4/2020).

Setelah diseret ke dalam, kata DI, ruangan itu langsung mereka kunci. “Lalu saya langsung ditidurkan di atas meja dengan posisi dada saya diduduki, muka ditutupi jaket. Saat itu saya coba menendang tapi mereka tetap menahan,” sambungnya.

Dalam posisi tak bisa lagi bergerak, selanjutnya para pelaku yang rata-rata duduk di kelas XII itu muka melucuti pakaian korban secara paksa.

“Yang pertama kali melakukan Al. Habis itu saya tidak tahu lagi soalnya dada saya di duduki jadi tidak nampak. Stelah itu saya ditinggalin dengan kondisi tanpa busana dan berjalan saja susah,” ucap buah hati pasangan MI dan Ngat ini.

Berselang 2 minggu kemudian, kata korban, seorang security sekolah bernama Wira Yudha mengajak korban ke belakang sekolah bekas kantin sambil berucap tak pantas.

“Dia bilang ayoklah, kalau kau mau aku bayar, (maaf) punya ku kecilnya, saya bilang gilak kau terus saya melawan menendang security itu karena dia berupaya memperkosa saya. Lantas saya lari masuk ke sekolah,”

Ironisnya, kemungkinan karena tau korban tak melaporkan kisah kelam yang dialaminy, tak lama berselang, peristiwa itu kembali berulang. Kali itu saat korban mau pulang sekolah.

“Kebetulan sekolah kamikan lumayan jauh, jadi salahsatu teman pelaku yang bernama Hen mencoba memberi tumpangan. Tapi tiba-tiba Hen membawa saya ke rumah Yo di Gang Rukun. Saya sama sekali tidak tau kalau mereka sudah disitu,” tuturnya.

Begitu masuk ke rumah Yo, korban langsung ditarik ke kamar bersama sejumlah kakak kelasnya yang lain Hen dan Rik. Lalu kamar langsung dikunci.

“Saya coba berontak dengan sekuat tenaga dan coba menendang pelaku. Tapi mereka seperti sudah kesetanan. Akhirnya saya hanya bisa pasrah dan menangis. Mereka merekam dengan video apa yang mereka buat,” ungkap siswi kelas X itu.

Setelah kejadian kedua itu, korban mulai mengalami trauma berat. Apalagi komplotan pelaku mengancam akan menyebar video itu bila korban melaporkan kejadian itu kepada orangtua atau keluarganya.

Namun, kisah pilu itu akhirnya terbongkar setelah orangtua korban curiga terhadap anaknya yang terlihat selalu murung dan sering tidur larut malam.

Apa yang dicurigai itu akhirnya terkuak pada saat handphone korban diperiksa ibunya. Disitu terlihat isi percakapan via whatsapp antara kawan-kawan nya serta adanya screnshoot foto tak senonoh anaknya dari pelaku.

Kini, lewat Lembaga Perlindungan Anak Deliserdang yang kini mengadvokasi, orangtua korban berharap buah hatinya mendapat keadilan.

“Saya minta polisi menindak tegas para pelaku dan menghukum mereka seberat-beratnya sesuai undang-undang yang berlaku,” timpal orangtua korban.

Penulis : Budi Nyata
Editor : Yudis

ID:2633 Responsif

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here