Tumpukan kayu yang diduga hasil pembalakan liar ditemukan di salahsatu gudang di kawasan Pondokbatu, Kec. Sarudik, Tapteng/foto : tim

Onlinesumut-TAPANULI TENGAH : Aksi pembalakan hutan secara liar, disinyalir masih terus berlangsung di Pulau Mursala Kab. Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatera Utara.

Indikasi adanya aktivitas dari oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab itu semakin menguat, menyusul sering terjadinya longsor sedang di kawasan tersebut.

Selain itu, dugaan adanya praktik pembalakan hutan secara liar itu juga dikuatkan dengan adanya lansiran kayu yang sering dibawa melalui jalur laut, dan selanjutnya ditumpuk di salahsatu gudang yang ada dikawasan Pondokbatu, Kec. Sarudik, Tapteng.

Situasi ini pun mulai menimbulkan pertanyaan besar dibenak masyarakat, tentang asal usulnya.

Hasil investigasi Onlinesumut, Sabtu (29/2/2020), diperoleh informasi bahwa pemilik kayu-kayu itu berinisial IS. Di lapangan ditemukan pula kabar bahwa tumpukan kayu berukuran besar (balok tim) jenis Rasak dan Sembarang yang sudah tersusun itu, disebut-sebut biasa diangkut pada malam hari.

Tentang hal itu juga diakui warga sekitar Pondokbatu yang minta namamya dirahasiakan.

“Kalau kayu sering masuk jalur laut tapi lihat kondisi, kadang malam hari,” katanya.

Sejauh ini belum diketahui pasti apakah aparat penegak hukum setempat belum mengetahui kegiatan keluar masuk kayu diduga ilegal itu, ataukah memang sengaja ‘tutup mata’. Namun yang pasti, saat ini para cukong kayu itu masih leluasa beraktivitas, terlebih di malam hari.

Penulis/Editor : Tim

 

ID:2633 Responsif

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here