Aksi ke 9 massa yang tergabung dalam GPM Sumut dan GAM Paluta di Kejatisu terkait kasua dugaan korupsi pembelian lahan Pemkab Paluta yang membelit Kadis Perkim Paluta berinisial MH/foto : malkan

Onlinesumut-MEDAN : Mau tidak mau atau suma tidak suka, Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu) harus benar-benar serius menangani kasus dugaan korupsi pembelian lahan Pemkab Padanglawas Utara (Paluta), Sumatera Utara.

Bagaimana tidak, sudah ‘seperti makan obat’, mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Pemuda dan Mahasiswa (GPM) Sumut serta Gerakan Aksi Mahasiswa (GAM) Paluta secara intens terus menggelar aksi di Gedung Kejatisu, Jl AH Nasution, Medan. Seperti yang terpantau Selasa (25/2/2020).

Dalam aksi untuk kesembilan kalinya ini, mereka terus mempertayakan perkembangan proses penyelidikan terhadap Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman (Kadis Perkim) Paluta berinisial MH yang dikabarkan sudah beberapa kali menjalani pemerikaaan di Kajati Sumut.

Sebelumnya dalam menindaklanjuti laporan GPM Sumut dan GAM Paluta itu, pihak Kejatisu menyebutkan telah menurunkan tim jaksa ke areal lahan seluas 4 hektar yang berlokasi di Batang Baruar Jae, Kec. Padangbolak, Paluta yang dibeli MH seharga Rp3,1 miliar.

Sementara dalam demo hari ini pengunjukrasa disambut Alof Sianturi, Kepala Seksi Administrasi Pidsus Kejatisu. Kepada demonstran dibawah komando Siddik Siregar, Alof Sianturi menegaskan pihaknya akan menyampaikan tuntutan yang diutarakan dalam aksi serta keinginan demonstran bertemu Kepala Kejatisu.

“Sayangnya Pak Kajatisu sedang membuka acara di sebuah sekolah,” terang Alof Sianturi.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, pengunjukrasa pernah diterima dan bertemu Asisten Intelijen (Asintel) Kejatisu, Andi Murji Machfud diruangkerjanya. Mulanya mereka disambut Kasipenkum Kejatisu Sumanggar Siagian, dan oleh Sumanggar memfasilitasi mereka bertemu Asintel.

Kala itu Asintel menyatakan, pihaknya sudah mengirimkan tim 4 jaksa ke Paluta, untuk melakukan pengecekan di lahan 4 hektar yang dibeli Dinas Perkim Paluta senilai Rp3,1 miliar.

Dalam pertemuan itu, Asintel menjelaskan turunnya tim jaksa mengecek ke lapangan atau lahan, untuk melihat langsung lokasi sebagai tindaklanjut pemeriksaan terhadap MH selaku Kadis Perkim Paluta, Kabid Perkim Paluta, PPK, pemilik lahan dan penjual lahan.

Penyelidikan ini atas laporan pengaduan dilakukan GPM Sumut dengan nomor 074/B5/LDK/GPM-SU/XI/2019 Tanggal 27 November 2019 ke Kejatisu, terkait dugaan korupsi Kadis Perkim Paluta, MH.

Penulis : Malkan Nst
Editor : Teuku

 

ID:2633 Responsif

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here