Budieli Laia, Anggota DPRD Sumut/foto : ist

OnlineSumut-NIAS SELATAN : Gubernur Sumatera Utara melalui Dinas Pendidikan (Disdik) Sumut diminta segera melakukan pembinaan terhadap Kepala Sekolah (Kepsek) SMK Negeri 2 Dharma Caraka, Restetis Sarumaha yang dituding arogan dan tidak transparan atas penggunaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).

Desakan itu disampaikan Anggota DPRD Provinsi Sumut Dapil Kepulauan Nias, Budieli Laia melalui pesan WhatsApp, menanggapi pemberitaan media terkait keluhan sejumlah guru di SMKN 2 Dharma Caraka atas tindakan sang Kepsek Restetis Sarumaha yang dinilai arogan dan tidak transparan.

Menurutnya, Restetis sebagai Kepsek seharusnya menjadi contoh yang baik dan memberikan keadilan kepada bawahannya.

“Jika benar apa yang dilaporkan para guru SMKN 2 Dharma Caraka tersebut maka Kadisdik Sumut segera mengambil sikap dan mengevaluasi kepada sekolah itu,” ujarnya.

Dikatakannya pula, laporan sejumlah guru ASN di SMKN 2 Dharma Caraka harus segera ditanggapi oleh pihak Disdik Sumut agar kegiatan belajar mengajar di sekolah tidak terbengkalai akibat permasalahan tersebut.

“Jika hal itu dibiarkan, maka dapat mempengaruhi kualitas pendidikan di sekolah,” katanya.

Apalagi sejumlah guru SMKN 2 Dharma Caraka berinisial MS, ISM, AD, MSR, YGD, LM, BHL, AL dan YM mengatakan, sudah tidak nyaman lagi terhadap kepemimpinan Kepala Sekolah Restetis Sarumaha karena sangat arogan.

“Para guru mengeluh selalu diperlakukan tidak adil oleh kepala sekolah,” kata YGD dan dibenarkan oleh guru lainnya.

Ketika dikonfirmasi, Kepala SMKN 2 Dharma Caraka Telukdalam Restetis Sarumaha membantah tudingan para guru tersebut. “Itu tidak benar, terkait hal ini, saya mempercayakan semuanya kepada Kacabdis Telukdalam selaku pimpinan saya,” ujarnya berdalih.

Penulis : Hasan Hia
Editor : Yudis

 

ID:2633 Responsif

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here