Tersangka kasus dugaan korupsi Party Pesta Oktoberto Simbolon (duduk), diapit penyidik Kejatisu dan Kejari Dairi usai pelariannya selama 3 bulan terhenti/foto : ist

Onlinesumut-MEDAN : Setelah dinyatakan buron sejak 3 bulan lalu, terduga koruptor Party Pesta Oktoberto Simbolon, yang sudah berstatus tersangka, dibekuk tim gabungan Intel Kejaksaan Tinggu Sumatera Utara dengan Kejari Dairi,
Rabu (12/2/2020) sekitar pukul 07.10 WIB.

Data dari pihak kejaksaan menyebutkan, pria 49 tahun, penduduk Komplek KLK Blok D/5, Panji Porsea, Kec. Sitinjo, Kab. Dairi itu, diringkus di kawasan Jl. Timor, Kec. Medan Timur, persisnya di depan SMP Negeri 37 Medan.

Kajari Dairi Syahrul Juaksha Subuki melalui Kasipenkum Kejatisu, Sumanggar Siagian dalam keterarangan tertulisnya yang dikirim ke Redaksi Onlinesumut menyebutkan, tersangka Party Pesta Oktoberto Simbolon selama ini menjabat sebagai Kepala Bidang Keselamatan & Tehnik Sarana di Dinas Perhubungan Kab. Dairi.

”Tersangka sudah menjadi buronan selama 3 bulan. Sejak ditetapkan penyidik sebagai tersangka kasus dugaan korupsi, tersangka tidak pernah hadir dipanggil untuk proses hukum, sehingga diterbitkan Daftar Pencarian Orang (DPO),” ungkap Sumanggar, Rabu (12/2/2020)

Mantan Kasipidum Kejari Binjai itu menjelaskan, Party Pesta Oktoberto Simbolon ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik Kejari Dairi terkait kasus dugaan korupsi Pengadaan Kendaraan Angkutan Air Bermotor Jenis Kapal Laut pada Dinas Kebudayaan, Pariwisata & Perhubungan Kab. Dairi TA. 2008.

Berdasarkan Surat Perintah Penyidikan Nomor : Print-02/N.2.18/Fd.1/07/2018 Tanggal 02 Juli 2018. Dugaan korupsi tersebut telah merugikan keuangan negara sebesar Rp359.090.909.

”Penangkapan tersangka langsung dipimpin Kajari Dairi Syahrul Juaksha Subuki bersama personelnya, tim Kejatisu dan anggota Polri. Tanpa ada perlawanan, selanjutnya tersangka dilakukan penahanan di Rutan Tanjung Gusta Medan, untuk proses persidangan,” sebut Sumanggar.

Dalam kasus dugaan korupsi ini, ada tersangka lain yang perkaranya sudah diproses di pengadilan. Diantaranya, Nora Butar-butat yang kini kasusnya dalam tahap upaya hukum banding di Pengadilan Tinggi Medan.

Kemudian, Naik Syahputra Kaloko, Naik Capah dan Pardamean Silalahi, yang proses hukumnya sudah memperoleh putusan pengadilan berkekuatan hukum tetap (incraht).

Penulis : Buwas
Editor : Yudis

 

ID:2633 Responsif

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here