Sipahutar salah seorang guru di SMP Negeri 3 Sidikalang yang mengakui adanya kewajiban siswa membeli buku LKS di Toko Ronatio/foto : pol

Onlinesumut-SIDIKALANG : Berbagai program pendidikan dan kucuran dana yang cukup besar khususnya lewat Bantuan Operasional Sekolah (BOS), merupakan salahsatu langkah pemerintah untuk mencerdaskan anak bangsa.

Bahkan untuk memudahkan para siswa yang mengecap pendidikan di sekolah negeri, sejak beberapa tahun terakhir pemerintah sudah menghapus berbagai kutipan, termasuk tidak adanya lagi beban untuk memiliki buku pendidikan. Karena semua kebutuhan siswa itu sudah ditanggung sepenuhnya oleh BOS.

Tapi mirisnya, di tengah upaya pemerintah untuk membangun generasi muda andalan lewat pendidikan, masih ada saja pihak-pihak yang berusaha mencari keuntungan lewat berbagai modus.

Hal itu pula yang kini terendus di SMP Negeri 3 Sidikalang, Kab. Dairi, Sumatera Utara. Mereka dibebankan wajib memiliki Buku Lembar Kerja Siswa (LKS).

Ironisnya, seluruh siswa diwajibkan membeli Buku LKS itu di tempat yang sudah ditentukan pihak sekolah, yakni di Toko Ronatio dengan harga mencapai Rp126.000 untuk sepuluh buku.

Hal ini terendus setelah beberapa orangtua siswa yang merasa keberatan dan mengeluhkan atas arahan pihak sekolah terhadap anak-anak mereka untuk membeli LKS tersebut ke toko Ronatio.

“Kok harus di Toko Ronatio? Kami menduga mungkin ada kerjasama pengusaha toko buku tersebut dengan pihak sekolah. Dan kami heran juga, sebenarnya dana BOS yang mereka terima pertiga bulan itu untuk apa saja,” protes salah satu orangtua siswa yang minta nama dan identitasnya dirinya serta anaknya dirahasiakan, Sabtu (18/1/2020)

Yang anehnya, saat dikonfirmasi, salah seorang guru mata pelajaran membenarkan pembelian buku LKS itu merupakan hasil rapat dengan orangtua siswa.

“Saya rasa tidak perlu ada yang keberatan, karena ini hasil rapat guru dengan orangtua siswa,” ucap guru bermarga Sipahutar itu enteng.

Tiopan Banjarnahor, Kepala Sekolah SMP Negeri 3 Sidikalang menjelaskan tentang buku LKS itu saat dikonfirmasi onlinesumut diruangkerjanya/foto : pol

Sementara, Tiopan Banjarnahor selaku Kepala Sekolah SMP Negeri 3 Sidikalang saat dikonfirmasi berdalih bahwa ia tidak pernah mengarahkan atau mengadakan rapat untuk membeli buku LKS.

“Dan saya ataupun pihak sekolah sama sekali tidak pernah mengundang orangtua siswa untuk rapat mengenai LKS. Karena menurut saya ini sudah menyalahi.
Saya akan mengadakan rapat terkait hal ini. Sekali lagi saya katakan, tidak pernah ada pembebanan untuk membeli LKS terhadap siswa,” kilahnya.

Penulis : Poltak Panjaitan
Editor : Yudis

 

ID:2633 Responsif

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here