Kepala Ombudsman RI Perwakilan Sumut Abyadi Siregar/foto : dis

Onlinesumut-MEDAN : Ombudsman RI Perwakilan Sumut mendesak Asisten Pengawasan (Aswas) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumut segera menindaklanjuti dugaan ketidakprofesionalan jaksa dalam penanganan perkara Chika Nainggolan (42).

Seperti diketahui, Chika adalah korban penganiayaan yang menuntut jaksa untuk menangkap pelaku penganiayaan yang sudah divonis bersalah. Namun ironisnya, meski sudah menunggu belasan tahun, terpidana yang tak lain adalah bekas suaminya tak kunjung ditangkap.

Sebaliknya, dalam proses mencari keadilan, Chika mengaku malah diminta menyiapkan 9 tiket pesawat beserta akomodasinya untuk menangkap pelaku yang telah melarikan diri.

Untuk memastikan apa yang dituduhkan Chika, Kepala Ombudsman RI Perwakilan Sumut Abyadi Siregar pun meminta Kejatisu menindaklanjuti masalah itu, guna mengetahui ada tidaknya tindakan pelanggaran disiplin, penyalahgunaan jabatan atau wewenang yang dilakukan oleh oknum jaksa yang bersangkutan.

“Misalnya, kenapa kasus ini begitu lama proses penanganannya. Sampai belasan tahun. Kenapa Kejati Sumut begitu sulit menangkap terpidananya. Padahal, alamat dan tempat terpidananya sudah diberikan. Ironisnya, justru ada dugaan pengakuan Chika Nainggolan diminta untuk membeli 9 tiket berikut dengan akomodasinya. Ini kan sangat berbahaya. Ini terkait dengan integritas sebagai penegak hukum,” ucap Abyadi kecewa, Selasa (14/1/2020).

Abyadi kembali berkomentar, menyusul pernyataan Kasipenkum Kejatisu Sumanggar Siagian yang mengakui adanya kasus Chika. Sumanggar dalam pernyataannya mengatakan bahwa jaksa telah berupaya menangkap terpidana Yacub Welfrid Hulu, namun belum berhasil.

Menurut Abyadi, pengusutan ini penting dilakukan Aswas Kejati untuk memastikan ada tidaknya pelanggaran disiplin, penyalahgunaan jabatan dan wewenang oleh oknum jaksa dalam kasus itu.

“Kalau begini pelayanan di Kejaksaan Tinggi Sumut, kan sangat berbahaya. Nah, karena itu, kita meminta agar Kepala Kejaksaan Tinggi untuk menindaklanjuti kasus ini dengan meminta keterangan korban maupun oknum jaksa tersebut,” tegasnya.

Penulis/Editor : Yudis

 

ID:2633 Responsif

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here