Tersangka ZH dan JP saat melakoni adegan reka ulang kasus pembunuhan Jamaluddin, Hakim PN Medan/foto : ist

Onlinesumut-MEDAN : Penyidik Ditreskrimum Polda Sumut bersama Polrestabes Medan, menggelar reka ulang (rekonstruksi) kasus pembunuhan terhadap Jamaluddin, Hakim Pengadilan Negeri (PN) Medan, Senin (13/1/2020).

Disaksikan pihak Kejari Medan yang sebelumnya sudah menerima Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP), proses reka ulang tahap pertama ini berlangsung di 5 lokasi.

Diantaranya di.SPBU Petronas Jl. Ringroad, Cafe Everyday, Pasar Melati, Kopi Town, Perumahan Mercy dan rumah korban yang menjadi lokasi pembunuhan di Jl. Aswat, Komplek Royal Monaco B-22, Kel. Gedung Johor, Kec. Medan Johor.

Langsung dipimpin Dirreskrimum Poldasu Kombes H Andi Rian Djajadi, proses reka ulang turut menghadirkan 3 orang pelaku yakni istri korban Zuraidah Hanum (ZH).yang menjadi otak pembunuhan, dan 2 kakak beradik Jefri Pratama (JP) pria yang diduga selingkuhan Zuraidah dan Reza Fahlevi (RF).

Dalam reka ulang yang menampilkan lebih dari 15 adegan, tergambar jelas bagaimana pembunuhan itu terencana secara matang lewat beberapa kali pertemuan yang dilakukan ketigas pelaku.

Dirreskrimum Poldasu Kombes H Andi Rian Djajadi saat memberikan keterangan/foto : ist

“Jadi, pada pertengahan November 2019 sebelum pembunuhan pada 29 November itu terjadi, ZH sempat bertemu dengan kedua pelaku JP dan RF merencanakan pembunuhan terhadap Jamaluddin,” beber Andi Rian.

Dalam pertemuan yang berlangsung di Kopi Town Jl. Ngumban Surbakti itu, istri korban sempat menjanjikan upah sebesar Rp100 juta kepada kakak beradik itu.

“Dalam pertemuan itu, ZH juga sempat menyerahkan uang sebesar Rp2 juta kepada JP untuk membeli dua unit ponsel dan sejumlah perlengkapan lain yang digunakan untuk melancarkan aksi sadis tersebut,” terangnya.

Dalam reka ulang itu juga terungkap adanya konflik rumah tangga antara korban Jamaluddin dengan tersangka ZH dan tersangka RF yang sempat mempertanyakan keseriusan ZH untuk menikah dengan saudaranya JP usai menghabisi nyawa korban.

“Proses reka ulang ini dilakukan untuk melengkapi BAP kita sebelum nanti dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Medan setelah sebelummya kita menyerahkan SPDP. Tapi nanti akan kita gelar dulu reka ulang tahap 2,” tandasnya.

Sementara, rencananya rekonstruksi tahap dua akan digelar pada Kamis, 16 Januari 2020 yang berlokasi di rumah korban untuk mengetahui pembuhan itu terjadi serta di beberapa lokasi lain sebelum jasad korban dibuang para pelaku di sebuah perkebunan sawit di kawasan Kec. Kutalimbaru, Kab. Deliserdang

Penulis/Editor : Yudis

 

 

ID:2633 Responsif

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here