Bendahara Umum DPN Formapera Dedi Koesnandar menunjukkan kondisi jalan di Pasar 2 yang sudah hancur dan berlobang meski baru hitungan hari selesai dikerjakan/foto : bem

Onlinesumut-PERCUT SEITUAN : Tidak seperti di Kota Medan dan beberapa kabupaten kota lain di Sumatera Utara yang kerap menjadi sorotan KPK ataupun aparat penegak hukum lainnya, Kabupaten Deliserdang sepertinya cenderung ‘selalu aman’ dalam urusan tindak pidana korupsi.

Padahal, jika ditelisik lebih jauh, indikasi rasuah di kabupaten ini lewat berbagai proyek dengan menggunakan uang negara, termasuk mengkhawatirkan.

Teranyar adalah terkait proyek pengaspalan jalan lintas Tembung menuju Jl. Arteri Bandara Kualanamu sejauh 2 Km yang berada di Pasar 2, Desa Bandar Klippa, Kec. Percut Seituan.

Jalan yang baru selesai dikerjakan kontraktor akhir Desember 2019 lalu, terkesan asal jadi. Karena hanya dalam tempo beberapa hari saja, aspal hotmix tersebut sudah terkelupas, retak-retak dan kupak kapik, hingga membuat kondisi jalan sangat memprihatinkan.

Kondisi jan lintas Pasar 2 menuju Jl. Arteri Bandara Kualanamu/foto : bem

Kasus yang mulai menjadi sorotan inilah yang diungkap Dewan Pimpinan Nasional Forum Masyarakat Pemantau Negara (DPN Formapera) Republik Indonesia lewat investigasinya.

“Kita sebagai lembaga yang memantau setiap proyek pemerintah yang menggunakan uang negara, jelas sangat menyayangkan dan kecewa. Pekerjaan yang menelan biaya miliaran rupiah tapi kualitasnya kok seperti ini. Tak sesuai spek,” kecam Dedi Koesnandar, Bendahara Umum DPN Formapera di lokasi jalan, Rabu (2/1/2020).

Secara tegas Dedi juga menuding ada ketidakberesan dibalik proyek ini yang pantas diindikasikan sebagai bancakan korupsi.

“Kontraktor apa yang mengerjakan jalan seperti ini sangat amburadul. Tapi kami meyakini sejak awal proyek ini memang sudah sarat kongkalikong antara kontraktor dengan pihak PPK atau KPA. Karena bukan hanya kondisi jalan baru yang sudah hancur meski baru selesai dikerjakan, tapi sejak awal kami duga ini juga proyek siluman. Karena tidak ada plank proyek yang disiapkan di sekitar proyek,” tandasnya.

“Untuk itu kami mendesak pihak Tipikor Poldasu, Kejatisu dan jika perlu KPK untuk menyelidiki kasus ini. Ini jelas pencurian uang negara yang notabene merupakan uang rakyat. Dan kami harap ini menjadi pintu masuk untuk mengusut seluruh kasus korupsi di Deliserdang,” pungkasnya.

Berdalih

Sementara, untuk mengetahui siapa pihak yang bertanggungjawab dalam hal ini, Onlinesumut mencoba konfirmasi kepada Kabis Jalan dan Jembatan PUPR Deliserdang PU Ahmad Ismail, Kamis (2/1/2020).

Meski ia enggan menjawab siapa kontraktornya, namun si pejabat seakan sangat mengetahui kondisi proyek itu sambil berusaha berdalih.

“Itu masih masa perawatan dalam waktu 6 bulan ke depan,” ucapnya singkat.

Penulis : Bempan
Editor : Yudis

 

 

ID:2633 Responsif

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here