Evakuasi bangkai babi dari dalam kandang peternak yang ditemukan mati/foto : ist

Onlinesumut-TEBINGTINGGI : Tim gabungan jajaran Polres Tebingtinggi bekerjasama dengan unsur Pemerintah Kota setempat dan masyarakat, melakukan penanganan bangkai babi milik peternak yang mati.

Kerjasama itu dilakukan dalam program penanggulangan penyakit Kolera Babi atau Hog Cholera.

Kapolres Tebingtinggi AKBP Sunadi mengatakan, upaya yang dilakukan untuk penanggulangan tersebut yakni dengan menguburkan sebanyak 13 bangkai babi.

“Penguburan dilakukan di ladang masyarakat di wilayah Kecamatan Padang Hilir,” jelas AKBP Sunadi, Sabtu (7/12/2019).

Tim gabungan membantu para peternak untuk mengubur bangkai babi milik mereka agar tidak dibuang sembarangan/foto : ist

Dalam proses penguburan itu, lanjutnya, dilakukan oleh Kapolsek Padang Hilir AKP Hilton Marpaung, Bhabinkamtibmas beserta Camat Padang Hilir, Satpol PP, Dinas Pertanian Kota Tebingtinggi, dan juga Kepala Lingkungan Kelurahan Damar Sari. Mereka melakukan penguburan 13 bangkai tersebut dibantu warga setempat.

“Kemarin kami bekerjasama dengan dinas terkait mendatangi peternak. Memberikan imbauan apabila ada yang mati jangan dibuang sembarangan. Ada juga yang kita tangkap kemaren dua orang,” bebernya.

Untuk antisipasi, pihaknya terus melakukan patroli untuk mencegah aksi pembuangan bangkai babi sembarangan.

Penulis : Buwas
Editor : Yudis

 

ID:2633 Responsif

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here