Dihadapan wartawan dan Kapoldasu, Dirreskrimum Kombes H Andi Rian Djajadi memaparkan krononologis dan peran setiap pelaku dalam membantai 2 aktivis di Labuhanbatu/foto : ist

Onlinesumut-MEDAN : Hanya dalam tempo kurang dari sepekan, tim gabungan Ditreskrimum Poldasu dan Polres Labuhanbatu, berhasil mengungkap kasus pembunuhan sadis terhadap 2 orang aktivis di Kab. Labuhanbatu Sumatera Utara.

5 orang eksekutor pembunuhan terhadap korban Maraden Sianipar (55) warga Jl. Gajahmada, Kota Rantauprapat dan Martua Parasian Siregar alias Sanjai (42) warga Syahbandar, Kel. Sei Berombang, Kec. Panai Hilir berhasil dibekuk. 2 diantaranya juga terkapar setelah ditembus timah panas petugas.

Jejak kasus pembunuhan sadis yang terjadi di Perkebunan Sawit KSU Amelia, Dusun VI Sei Siali, Desa Wonosari, Kec. Panai Hilir, Kabupaten Labuhanbatu itu terungkap dalam paparan yang digelar di Mapoldasu, Jumat (8/12/2019).

Di hadapan wartawan, Kapolda Sumut Irjen Agus Andrianto memaparkan, terungkapnya kasus ini bermula dari penangkapan terhadap dua tersangka Victor Situmorang alias Revi (49) dan Sabar Hutapea alias Pak Tati (50) pada Senin, 5 November 2019.

Kapoldasu Irjen Agus Andrianto memaparkan pengungkapan kasus pembunuhan terhadap 2 aktivis di Labuhanbatu. Sudah 5 orang pelaku yang tertangkap dan 3 lagi kini masuk dalam DPO/foto : ist

Kata Agus, menindaklanjuti penangkapan itu, di hari yang sama, tim Poldasu di bawah pimpinan Kasubdit III/Jahtanras AKBP Maringan Simanjuntak, mengamankan tersangka Daniel Sianturi alias Niel (40) di rumah kerabatnya di Desa Janji, Kec. Parlilitan, Kab. Humbanghsundutan.

“Sehari berikutnya, persisnya pada Rabu, 6 November 2019 sekitar pukul 22.30 WIB, tim Subdit III Jahtanras bersama Satreskrim Polres Tanah Karo berhasil mengamankan tersangka Janti Katimin Hutahaean di kos-kosannya di Jl. Jamin Ginting, Kabanjahe,” urai Agus.

Didampingi Dirreskrimum Kombes H Andi Rian Djajadi, lebih jauh Agus menjelaskan, secara berturut-turut, sehari kemudian pada Kamis, 7 November 2019 sekitar pukul 14.00 WIB, kembali ditangkap tersangka kelima yaitu Wibharry Padmoasmolo alias Harry (40) di Komplek Perumahan CBD, Kel. Sukadamai, Kec. Medan Polonia, Kota Medan.

Dalam pengembangan untuk mencari barang bukti, sambungnya, dua orang tersangka bernama Daniel Sianturi dan Janti Katimin Hutahaean melakukan perlawanan dan mencoba kabur, sehingga terpaksa dilakukan tindakan tegas terukur di kedua kaki masing-masing pelaku.

“Total pelaku ada delapan tersangka. Tiga ditangkap oleh Ditreskrimum Polda Sumut. Dua oleh Polres Labuhanbatu. Sedangkan tiga lagi masih DPO,” bebernya.

Secara rinci Agus mengatakan, bahwa motif di balik kasus pembunuhan itu dipicu sengketa lahan di Perkebunan Sawit KSU Amelia yang dikelola oleh Wibharry Padmoasmolo.

Berdasarkan bukti-bukti dan pemeriksaan terhadap pelaku yang sudah ditangkap, diduga keras Wibharry merupakan otak dari peristiwa berdarah tersebut, karena ia berperan menginstruksikan kepada seseorang untuk mengusir dan menghabisi kedua korban.

“Lahan ini sebenarnya kawasan hutan yang dikelola oleh Harry (Wibharry) melalui Perkebunan Sawit KSU Amelia. Namun dalam perjalanannya ada beberapa kelompok penggarap yang berusaha untuk menduduki lahan tersebut,” terangnya.

Sehingga, kata mantan Wakapoldasu itu, hal inilah yang melatarbelakangi terjadinya penganiayaan berat terhadap kedua korban hingga akhirnya meninggal dunia. “Dimana, enam orang pelaku, satu yang mendapat instruksi dan satu pengelola diduga keras sebagai orang yang membiayai eksekusi yang dilakukan oleh para pelaku,” tegas Agus.

Untuk diketahui, pembunuhan bermula saat kedua korban pada Selasa, 29 Oktober 2019, meminjam sepeda motor milik saksi bernama Burhan Nasution untuk berangkat ke ladang melewati kebun kelapa sawit milik PT SAB/KSU Amalia.

Saksi yang curiga karena kehilangan kontak dengan kedua korban, memutuskan melaporkan peristiwa tersebut ke pihak kepolisan, hingga akhirnya dilakukan tracking ke jalan yang dilalui kedua korban.

Diawali dengan penemuan jenazah Maraden Sianipar di lahan perkebunan itu. Dan tak jauh dari situ, giliran Martua Parasian Siregar alias Sanjai yang juga ditemukan sudah menjadi mayat.

Keduanya dipastikan menjadi korban pembunuhan setelah ditemukan banyak luka dibagian di sekujur tubuh keduanya.

Penulis : Aji S Hrp
Editor : Yudis

 

ID:2633 Responsif

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here