Kapolres Asahan AKBP Faisal F Napitupulu menginterogasi oknum Ketua OKP di Air Joman yang melakukan pemerasan terhadap pengusaha SPBU/foto : ist

Onlinesumut-KISARAN : Seorang Oknum Ketua salah satu Organisasi Kepemudaan.(OKP) di Kab. Asahan, diciduk aparat kepolisian karena melakukan pemerasan terhadap seorang pengusaha SPBU, dengan modus mengancam akam melakukan unjukrasa.

Kapolres Asahan AKBP Faisal F. Napitupulu menjelaskan, kejadian pemerasan itu bermula saat tersangka Ali Usman Sitorus (27) mengirimkan surat pemberitahuan untuk melakukan aksi unjukrasa ke SPBU PT Aknur Mandiri, yang berada di Jl. Protokol, Lingkungan VIII, Kel. Binjai Serbangan, Kec. Air Joman, Kab. Asahan, Sumatera Utara.

Surat tersebut dikirimkannya pada tanggal 25 Oktober 2019, dengan tujuan ingin menutup SPBU tersebut karena dituding tidak memiliki izin.

“Usai mengirimkan surat tersebut, pada tanggal 27 Oktober 2019 pelaku kemudian meminta uang sebesar 2 juta rupiah kepada pengusaha SPBU, dengan alasan untuk membatalkan rencana aksi unjukrasa. Saat itu korban masih memberikan sejumlah uang yang diminta oleh pelaku,” kata Faisal saat menggelar temu pers di Polres Asahan, Rabu (6/11/2019).

Kemudian pada 3 November 2019, lanjut Faisal, pelaku kembali mengirimkan surat pemberitahuan aksi unjukrasa ke SPBU PT Aknur Mandiri tersebut dengan membawa nama OKP yang diketuainya di Air Joman.

“Pada tanggal 5 November 2019, pelaku yang juga mengaku sebagai mahasiwa Fakultas Hukum di salah satu Perguruan Tinggi di Kabupaten Asahan ini, menghubungi korban dan meminta uang sebesar satu juta lima ratus ribu rupiah untuk pembatalan aksi serta dan untuk uang kuliahnya”, ungkap Kapolres didampingi Wakapolres Kompol M. Taufik dan Kasatreskrim AKP Ricky Pripurna Atmaja.

Korban yang merasa keberatan, saat itu juga langsung membuat Laporan Polisi ke Polres Asahan. Malam harinya pelaku kembali menghubungi korban dan mengatakan akan datang ke SPBU untuk mengambil uang. Saat pelaku datang dan mengambil uang, petugas kepolisian langsung melakukan penangkapan dan membawanya ke Polres Asahan untuk dimintai keterangan.

“Hasil penyidikan sementara diketahui bahwa pelaku sudah 2 kali melakukan pemerasan dan menerima uang dari pengusaha SPBU. Pada bulan Oktober 2019, pelaku menerima uang sebesar Rp. 1.800.000. Kemudian yang kedua pada tanggal 5 November 2019, pelaku menerima uang sebesar Rp2.000.000,” jelas Faisal.

Dari tersangka, Polisi menyita barang bukti uang tunai sebesar Rp1.500.000, 1 unit handphone, 1 unit laptop dan 2 lembar surat pemberitahuan aksi unjukrasa dari organisasi kepemudaan. Pelaku akan dijerat dengan Pasal 368 Junto Pasal 335 ayat (1) KUHP, dengan ancaman hukuman penjara 9 tahun.

Dalam hal ini Faisal juga mengingatkan kepada masyarakat agar tidak melakukan perbuatan yang demikian. “Kalau memang ada ditemukan hal-hal yang dianggap suatu tindak pidana atau pelanggaran, agar disampaikan kepada petugas kepolisian atau pihak yang berwenang. Perbuatan ini tergolong premanisme berkedok organisasi. Saya harap jangan ada lagi perbuatan seperti ini, pasti akan saya tindak tegas”, pungkas mantan Kasubdit IV Ditreskrimum Poldasu ini.

Penulis : Chairul
Editor : Yudis

 

ID:2633 Responsif

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here