Aksi massa Gerakan Mahasiswa Revolusi Mental (GMRM) terkait dugaan pemalsuan data seorang caleg yang ikut dalam CPNS/foto : net

Onlinesumut-MEDAN : Sekelompok orang yang mengatasnamakan dirinya Gerakan Mahasiswa Revolusi Mental (GMRM) Sumatera Utara, berunjukrasa di Mapolda Sumut, Jl. Medan-Tanjungmorawa Km 10,5 Medan, Senin (14/10/2019).

Dalam aksi tersebut, mereka massa mendesak Polda Sumut memeriksa Sri Harfita Spd karena diduga telah memalsukan surat dalam pendaftaran Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Tahun 2018.

“Segera periksa Sri Harfita Spd yang diduga telah memalsukan surat pendaftaran sebagai CPNS, mengingat yang bersangkutan merupakan pengurus partai politik pada tahun 2018 lalu. Dan ini tidak diperbolehkan,” teriak Ketua Umum (GMRM) Sumut, Sofyandi Lubis dalam mimbar bebas yang mereka gelar di depan pintu masuk Mapolda Sumut.

Sofyandi juga membeberkan, Sri Harfita yang dinyatakan lulus CPNS pada tahun 2018, diketahui sudah masuk dalam Daftar Calon Tetap (DCT) Caleg untuk DPRD Padanglawas Utara (Paluta).

“Pendaftaran CPNS tidak boleh pengurus dari partai politik dan pendaftaran CPNS dibuka sejak 26 September 2018 hingga 15 Oktober 2018. Sementara Komisi Pemilihan Umum (KPU) Paluta mengumumkan DCT pada 20 September 2018,” paparnya.

Artinya, sambung Sofyandi, jika dia (Sri Harfita) melakukan pengunduran diri dari DCT, secara otomatis kekurangan kuota keterwakilan perempuan sebanyak 30 persen di Paluta secara otomatis tidak ada. “Untuk itu, sekali lagi kami meminta agar Polda Sumut segera memeriksa Sri Harfita,” ungkap Sofyandi.

Selain itu, massa juga mendesak Poldasu agar turut memeriksa Panitia CPNS Kab. Paluta yang diduga kuat ikut terlibat dalam pelolosan CPNS yang terdaftar sebagai Calon Anggota Legislatif (Caleg) pada Pemilu 2018 lalu.

“Kami juga meminta Polda Sumut untuk segera memeriksa Panitia CPNS Paluta yang diduga ikut terlibat dan bermain dalam pelolosan Sri Harfita SpD sebagai PNS di Pemkab Paluta,” tandas Sofyandi Lubis.

Usai menyampaikan aspirasinya, para pengunjukrasa yang berjumlah belasan orang tersebut diterima perwakilan Humas Polda Sumut, Kompol R Samosir yang mengatakan akan menyampaikan tuntutan pengunjukrasa ke Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sumut.

“Ayo, beberapa orang bersama saya ke Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sumut untuk melaporkan tuntutan adik-adik sekalian karena penanganan kasus ini adanya di Ditreskrimsus Polda Sumut,” ucap R Samosir.

Pantauan di Mapoldasu terlihat dua orang perwakilan dari pengunjukrasa dibawa Kompol R Samosir ke Subdit III/Tipidkor Ditreskrimsus Polda Sumut guna menyerahkan sejumlah bukti.

Penulis/Editor : Chairul

 

ID:2633 Responsif

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here