Kapolrestabes Medan Kombes Dadang Hartanto memaparkan tentang upaya perang terhadap narkoba dalam kegiatan pemusnahan barangbukti hasil tangkapan jajarannya/foto : ist

Onlinesumut-MEDAN : Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Medan, memusnahkan barang bukti ganja dan sabu hasil tangkapan dalam kurun waktu 1 bulan dalam kegiatan yang berlangsung di halaman Mapolrestabes Medan, Jl. HM Said, Jumat siang (11/10/2019).

Data dari pihak kepolisian, seluruh narkoba yang dimusnahkan hasil dari pengungkapan kasus sepanjang September hingga Oktober 2019, terdiri dari 169 kilogram ganja kering siap edar dan 9,5 kilogram sabu.

Dengan Tim Labfor, kejaksaan, BNN dan tokoh masyarakat, pemusnahan seluruh barang bukti dilakukan dengan cara dibakar didalam inseminator.

Kapolrestabes Medan, Kombes Dadang Hartanto dalam paparannya dihadapan tamu undangan menjelaskan, kegiatan ini bertujuan guna melaksanakan akuntabilitas publik terhadap kinerja yang dilakukan oleh pihak kepolisian khususnya Satres Narkoba.

“Dimana, langkah-langkah penegakan hukum penindakan terhadap kasus narkoba itu tidak akan pernah berhenti. Kesadaran kolektif bahwa narkoba ini adalah musuh bersama sudah harus dibangun,” tegas Dadang.

Ia juga menyadari bahwa wilayah Kota Medan adalah wilayah darurat narkoba dan itu telah dicanangkan oleh pimpinan nasional maupun para pelaksana dengan kesadaran kolektif. Maka dari itu, tentu tidak boleh berhenti sampai hanya kesadaran saja, tetapi harus melakukan langkah-langkah.

“Kita akan melihat dari 2 aspek, aspek supply dan aspek In supply dari bahan-bahan narkoba ini adalah kebutuhan kebutuhan para konsumen pemakai narkoba dilakukan dengan berbagai cara yaitu melalui penegakan hukum yang tegas. Kemudian memutus jaringan-jaringan pelaku narkoba dengan melakukan penyitaan yang menerapkan money laundering pada pelaku-pelaku,” jelasnya.

Selain itu, upaya pencegahan dengan bekerjasama dengan pihak luar negeri untuk mengatasi masuknya narkoba yang datang dari luar negeri ke Indonesia. Tujuannya, agar suplai barang haram ini mengecil.

“Misalkan dimonitor penghasil ganja dari Aceh. Bagaimana masyarakat diajak untuk mengurangi suplai ini ya meniadakan bahkan dengan berbagai cara langkah-langkah yang dilakukan oleh berbagai pihak,” ujarnya.

Kendati demikian, Dadang menilai langkah-langkah tersebut tidaklah cukup. Belum lagi pihaknya harua melakukan upaya-upaya untuk peredaran narkoba di tempat-tempat tertentu. Semisal mengerebek Kampung Narkoba, yang juga dianggap belumlah cukup dalam menumpas pelakunya.

“Kedepan akan lakukan program bersinar Kampung bersih dari narkoba yang dikenal di Ternate dicanangkan oleh Odha dengan mengkoordinir berbagai pihak yang termasuk dari Pemda dari TNI dari GNR,” pungkasnya.

Para tersangka turut dihadirkan dalam kegiatan pemusnahan narkoba/foto : ist

Sementara Kasatres Narkoba Polrestabes Medan, AKBP Raphael Sandhy Cahya Priambodo pada kesempatan itu turut memaparkan, pengungkapan kasus ini berawal dari seorang tersangka dengan barang bukti narkoba sebanyak 1,5 kg sabu.

“Dari situ, petugas kembali menangkap beberapa orang tersangka narkoba lainnya dari dari Hotel Deli Gran In di Balai Kota, Kecamatan Medan Baru, bekerjasama dengan Polsek Medan Timur dan Polda Sumut,” sebutnya.

Kasus itupun kembali dikembangkan hingga mengungkap beberapa jaringan narkoba lainnya.

“Jadi, keseluruhan tersangka ada 7 orang dan keseluruhan narkoba sebanyak 169 Kg ganja dan 9,5 Kg sabu” terang Raphael Sandhy Cahya kepada wartawan.

Secara rinci ia juga menjelaskan, bahwa narkoba jenis sabu-sabu dari jaringan pelaku di Kota Medan. Sedangkan narkotika jenis ganja berasal dari kota Aceh.

“Beberapa tersangka dan barang buktinya sudah pernah kita release. Seluruh tangkapan dan para tersangka dari dua laporan polisi sepanjang September dan Oktober ini,” pungkasnya.

Penulis/Editor : Chairul

 

 

ID:2633 Responsif

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here