Ketua Umum PB IKA PMII Ahmad Muqowam/foto : dis

Onlinesumut-MEDAN : Penyerangan terhadap Menko Polhukam Wiranto hingga melukai sang menteri, Kapolsek Menes dan seorang lainnya, turut menuai reaksi berbagai pihak.

Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Alumni Peegerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB IKA PMII) Ahmad Muqowam pun turut mengutuk perbuatan tersebut.

“Kami atas nama PB IKA PMII dan warga Nahdiyin mengutuk dan mengecam peristiwa tersebut,” tegasnya disela-sela kegiatan seminar Evaluasi Publik Penempatan Ruang Ibadah yang Representatif Dalam Gedung, Fasilitas Umum dan Tempat Wisata’ yang digelar di Medan, Kamis (10/10/2019).

Karena itu, mantan Wakil Ketua DPD RI ini mendesak aparat kepolisian untuk mengusut tuntas kasus yang jelas-jelas membuat stabilitas negara terganggu.

“Kasus yang dialami masyarakat saja harus diusut polisi, apalagi kasus yang menimpa seorang menteri yang merupakan penyelenggara negara. Untuk itu kami meminta polisi bukan hanya menangkap pelakunya, namun harus diusut siapa dalang dan apa motif penyerangan terhadap Menko Polhukam tersebut,” tandasnya.

Seperti diketahui, pihak Kepolisian Resort Pandeglang, merilis identitas 2 orang pelaku penyerangan terhadap Menko Polhukam Wiranto yang terjadi di pintu gerbang Lapangan Alun-alun Menes, Desa Purwaraja, Kec. Menes, Kab. Pandeglang, Banten, Kamis (10/10/2019) sekitar pukul 11.55 WIB tadi.

Tersangka pertama diketahui bernama Fitri Andriana Binti Sunarto (21), asal Desa Sitanggai, Kec. Karangan, Kab. Brebes yang diketahui saat ini mengontrak rumah di Kampung Sawah Desa Menes, Kec. Menes, Kab. Pandeglang.

Sedangkan tersangka pria bernama Syahril Alamsyah alias Abu Rara (21), penduduk Jl. Alfaka VI No 104 LK, Kelurahan Tanjung Mulia Hilir, Kec. Medan Deli, Kota Medan, Sumatera Utara.

Kini, kedua tersangka dilaporkan sudah diamankan di Mapolsek Menes untuk menjalani pemeriksaan terkait aksi penyerangan yang mereka lakukan terhadap sang menteri.

Seperti diketahui, seluruh rakyat Indonesia mendadak dibuat geger, menyusul terjadinya insiden berdarah yang menimpa Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto di Kab. Pandeglang, Provinsi Banten, Kamis (10/10/201).

Secara tiba-tiba, 2 orang Orang Tak dikenal (OTK) menyerang Wiranto dengan senjata tajam. Tidak hanya sang jenderal purnawirawan, Kapolsek Menes Kompol Dariyanto dan seorang lainnya bernama H Fuad, juga mengalami luka tusuk.

Data dari pihak kepolisian menyebutkan, penyerangan yang dilakukan 2 orang pria dan wanita itu, terjadi sekitar pukul 11.55 WIB tepat di pintu gerbang Lapangan Alun-alun Menes, Desa Purwaraja, Kec. Menes, Kab. Pandeglang, Banten.

Ketika itu, rombongan Menko Polhukam hendak bergerak meninggalkan Helly Pad Lapangan Alun-alun Menes Ds. Purwaraja Kec. Menes Kab. Pandeglang.

Persis ketika mantan Panglima ABRI di era Soeharto itu akan masuk ke mobil, kedua pelaku langsung menyerang Wiranto dengan menggunakan gunting hingga mengenai perut.

Selain itu, Kapolsek Menes Kompol Dariyanto yang coba menghalangi juga terkena tusukan di bagian punggungnya dan H Fuad terkena di bagian dada kiri.

Petugas keamanan yang melakukan pengawalan langsung menangkap keduanya. Sedangkan para korban dievakuasi ke rumahsakit terdekat.

Penulis/Editor : Yudis

 

ID:2633 Responsif

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here