Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP Ikhwan Lubis SH, MH memaparkan kasus komplotan pembobolan ATM/foto : ist

Onlinesumut-MEDAN : setelah melakukan perburuan hampir satu bulan, petugas Satreskrim Polres Pelabuban Belawan, akhirnya berhasil mengungkap kasus pembobol ATM milik seorang nasabah BNI sebesar Rp773.063.270 yang terjadi pada Jumat, 13 September 2019 lali di ATM BNI Anugerah Swalayan, Jl. Marelan Raya, Pasar V, Kec. Medan Marelan, Kota Medan, Sumatera Utara.

Seorang tersangka bernama Muamar alias Amar (33), warga Jl. Baru, Gang Sederek, Desa Percut Seituan, Kab. Deliserdang, turut berhasil diringkus.

Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP Ikhwan Lubis SH, MH mengungkapkan, penangkapan terhadap tersangka pada Senin, 7 Oktober 2019 itu, berawal dari laporan Rasmun Efendi Lubis (41), penduduk Jl. Kapten Rahmadbuddin, Gang Permai, Kel. Payapasir, Kec.Medan Marelan sesuai dengan Laporan Polisi Nomor:LP/309/IX/2019/SU/SPKT PEL BLWN tanggal 17 September 2019.

“Saat itu korban ini awalnya mau melakukan penarikan uang lewat ATM di Swalayan Anugrah. Tapi ternyata kartu ATM nya tersangkut. Lalu datang tersangka Muamar ini pura-pura membantu,” terang Ikhwan Lubis dalam paparannya kepada wartawan, Selasa (8/10/2019).

Saat itu, pelaku pun menakut-nakuti korban dengan mengatakan telah terjadi salah pengiriman. Dengan dalih itu, pelaku lantas meminta nomor pin kartu ATM korban

“Oleh tersangka pinnya ditukar, kemudian ATM korban dibawa lari dan kemudian tersangka melakukan penarikan dari ATM tersebut mencapai 773 juta lebih dan ini dilakukan tersangka untuk ketiga kalinya sebelum tertangkap” ungkap mantan Kasatreskrim Poltabes Medan ini seraya mengatakan saat ini pihaknya masih memburu 2 rekan tersangka.

Kata Ikhwan, selain tersangka, pihaknya juga menyita barangbukti yang dibeli dari uang hasil kejahatan antara lain 2 unit sepeda motor, 1 unit handphone, uang sebesar Rp4.200.000, handphone merk Oppo F5, 2 unit HP, seuntai kalung emas sepasang kerabu, 2 cincin emas, dompet, 62 buku tabungan dan 1 unit handphone merk Samsung, selembar kartu ATM , 1 unit AC merk Sharp dan sehelai baju berwarna merah.

Sementara Kasatreskrim Polres Pelabuhan Belawan AKP Jeriko Lavian Chandra SIK, SH mengatakan, modus pelaku mengganjal ATM dengan menggunakan tusuk gigi dan menawarkan jasa untuk membantu korban mengeluarkan ATM.

“Pertama pelaku mengganjal ATM menggunakan tusuk gigi kemudian datanglah korban-korban mencoba untuk memasukkan ATM nya tetapi tidak bisa. Kemudian oleh komplotannya teman pelaku didatangin kembali menawarkan bantuan Apakah Bapak mau saya bantu?. Pada waktu ditawarkan bantuan itulah ATMnya korban ditukar. Setelah mereka melakukan pertukaran disitulah mereka mengambil ATM korban dan dibawa lari,” papar Jeriko.

“Khusus spesialis untuk di ATM mereka sudah tiga kali melakukannya di wilayah Medan. Untuk tersangka lain masih dalam pengejaran. Sedangkan untuk kerugian korban ini sebesar 700 juta,” pungkasnya.

Atas perbuatannya, tersangna akan dijerat pasal 372 KUHPidana dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara.

Penulis/Editor : Chairul

 

ID:2633 Responsif

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here