Dengan menggunakan perahu, warga terlihat mengambil minyak goreng yang tumpah dari kapal tanker di permukaab laut Belawan/foto : ist

Onlinesumut-BELAWAN : Tumpahnya puluhan ton minyak goreng milik PT Sinar Mas hingga mengakibatkan tercemarnya laut Belawan turut memicu reaksi elemen masyarakat.

Dewan Pimpinan Wilayah Forum Masyarakat Pemantau Negara (DPW Formapera) Sumatera Utara secara tegas meminta Polda Sumatera Utara menurunkan Tim Direktorat Reserse dan Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) nya, untuk mengusut kasus tersebut.

“Peristiwa ini sangat fatal dan sangat membahayakan. Artinya, ini bukan hanya sekadar pencemaran biasa,” tegas Ketua DPW Formapera Sumut Feri Syahputra di sekretariatnya di Tanjungmorawa, Kab. Deliserdang, Minggu (22/9/2019).

Karena, kata Feri, dampak yang ditimbulkannya selain pencemaran lingkungan, juga dapat merusak ekosistem serta membunuh biota laut, serta dampak buruk lainnya.

“Ditreskrimsus Poldasu harus segera turun tangan. Segera koordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup dan pihak terkait lainnya agar pidana kasus ini bisa didudukkan dan pemilik perusahan bisa dijerat di depan hukum,” tandasnya.

Apalagi, sambungnya, kasus serupa sudah berulangkali terjadi di perairan Belawan. Sayangnya, penanganan hukumnya tak jelas.

Seperti diketahui, air laut Belawan persisnya di depan dermaga 105 Pelabuhan Ujung Baru mendadak tercemar, menyusul tumpahnya puluhan ton minyak goreng atau Crude Palm Oil (CPO) milik PT Sinar Mas yang rencananya akan dieksport ke Singapura, Sabtu 21 September 2019.

Informasi sementara menyebutkann minyak goreng itu tumpah melalui pipa hingga mencemari permukaan laut Belawan, hanya bekisar 10 menit setelah kapal tanker yang membawanya angkat jangkar.

Situasi itupun menyebabkan Kolam Dermaga 105 Pelabuhan Ujung Baru, Belawan dibanjiri minyak goreng.

Masyarakat sekitar yang melihat kejadian itu langsung berkerumun mengais tumpahan minyak dengan menggunakan ember dan drum. Sejumlah truk tangki juga tak mau ketinggalan untuk mendulang minyak yang menggenangi laut Belawan.

Pihak PT Sinar Mas sendiri sampai sekarang belum memberikan keterangan terkait tumpahnya minyak yang telah mencemari laut belawan itu.

Hingga Minggu (22/9/2019), puluhan ton minyak yang tumpah mengalir ke lantai dermaga dan laut sehingga Dermaga Ujung Baru tergenang minyak.

Penulis : Chairul
Editor : Yudis

ID:2633 Responsif

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here