Benny Harianto Sihotang, Anggota DPRD Sumut terpilih yang kini berstatus tersangka terkait kasus dugaan penipuan kasus proyek revitalisasi Pasar Horas Pematangsiantar mangkir dari panggilan Poldasu/foto : net

Onlinesumut-MEDAN : Oknum Anggota DPRD Sumatera Utara Benny Harianto Sihotang, batal menjalani pemeriksaan di Subdit II/Harta Benda Bangunan dan Tanah (Harda Bangtah) Ditreskrimum Poldasu, terkait kasus dugaan penipuan dalam proyek revitalisasi Pasar Horas di Kota Pematangsiantar.

Sesuai jadwal, hari ini Senin (16/9/2019), politisi Gerindra itu dipanggil untuk menjalani pemeriksaan dalam kapasitasnya sebagai tersangka.

Namun panggilan Poldasu itu diabaikannya. Karena hingga petang, batang hidung Benny yang resmi dilantik sebagai Anggota DPRD Sumut pagi tadi, tak kunjung terlihat.

Dirreskrimum Poldasu Kombes Andi Rian Djajadi yang dikonfirmasi mengakui ketidakhhadiran mantan Dirut PD Pasar Kota Medan itu dikantornya. “Setau saya panggilan hari ini dia tidak datang. Tapi silahkan tanya langsung ke Kasubdit II,” ucap Andi Rian singkat.

Kasubdit II/Harda Bangtah AKBP Edisom Sitepu yang dikonfirmasi juga mengakui mangkirnya Benny Sihotang tanpa alasan. “Yang bersangkutan tidak hadir. Panggilan kedua segera kita layangkan,” tegas Edison.

Pamen berpangkat melati dua di pundak ini juga memastikan bahwa panggilan kedua juga akan dilakukan pada pekan ini.

“Jumat ya,” paparnya.

Sementara pantauan wartawan, pada pelantikan dan pengambilan sumpah 100 Anggota DPRD Sumut masa bakti 2019-2024, Benny Harianto Sihotang tampak hadir. Namun ia terlihat terus menghindar dari wartawan.

Bahkan begitu prosesi pelantikan usai, Benny mendadak menghilang di tengah kerumunan rekan-rekannya sesama wakil rakyat.

Sesuai jadwal, selain Benny, penyidik Subdit II Ditreskrimum Poldasu kabarnya juga akan memeriksa tersangka lain bernama Fernando Nainggolan alias Moses dalam kasus serupa.

Sebelumnya, Edison Sitepu telah menjelaskan, penetapan tersangka itu diambil setelah pihaknya melakukan gelar perkara.

“Penetapan tersangka setelah dilakukan gelar perkara dan memeriksa beberapa saksi sebelumnya,” terangnya.

Dirreskrimum Poldasu Kombes Andi Rian Djajadi juga menjelaskan, dari hasil pemeriksaan, Benny Sihotang diduga kuat sebagai otak pelaku.

“Memang dia (Benny Sihotang) yang dilaporkan merupakan otak pelakunya
Sedangkan Fernando ikut serta dalam kasus ini. Dia (fernando) merupakan orang suruhan Benny,” kata Andi.

Seperti diketahui, penyidik Subdit II/Harda Bangtah Ditreskrimum Polda Sumut telah melakukan pemeriksaan terhadap beberapa saksi terkait proyek revitalisasi Pasar Horas yang berbuntut terjadinya dugaan penipuan.

Sejumlah saksi tersebut diantaranya Walikota Pematangsiantar Hefriansyah Noor dan Sekda Kota Pematangsiantar Budi Utari Siregar.

Berdasarkan informasi, proyek revitalisasi Pasar Horas Siantar diproyeksikan tahun 2018 dengan pagu sebesar Rp24 miliar.

Oleh pihak PD Pasar Horas yang saat itu posisi Dirutnya dijabat Benny Harianto  Sihotang, telah memenangkan satu perusahaan milik Fernando Nainggolan alias Moses bersama Rusdi Taslim.

Seiring berjalannya waktu, terungkap bahwa Benny  Sihotang meminta uang kepada rekanan (Rusdi Taslim). Pelapor lantas menyuruh anggotanya bernama Didit Cemerlang menyerahkan uang dan diberi lewat Fernando Nainggolan alias Moses.

Fernando Nainggolan alias Moses lantas mengirim uang tersebut kepada Benny  Harianto Sihotang lewat transfer rekening bank. Ironisnya, proyek pembangunan Pasar Horas tidak ada alias fiktif.

Akibat kejadian itu, Rusdi Taslim mengaku mengalami kerugian Rp1,7 miliar. Merasa ditipu, Rusdi Taslim yang merasa menjadi korban, kemudian melaporkan kasus itu ke Polda Sumut.

Penulis/Editor : Yudis

 

ID:2633 Responsif

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here