Benny Harianto Sihotang, Anggota DPRD Sumut terpilih yang kini berstatus tersangka terkait kasus dugaan penipuan kasus proyek revitalisasi Pasar Horas Pematangsiantar/foto : net

Onlinesumut-MEDAN : Sesuai jadwal, penyidik Subdit II/Harta Benda Bangunan dan Tanah (Harda Bangtah) Ditreskrimum Polda Sumut, pada Senin besok, 16 September 2019, akan melakukan pemeriksaan terhadap Benny Harianto  Sihotang.

Pemanggilan terhadap anggota DPRD Sumatera Utara terpilih, dalam kapasitasnya sebagai tersangka terkait kasus dugaan penipuan dalam proyek revitalisasi Pasar Horas di Pematangsiantar.

Terkait pemeriksaan itu juga diakui Kasubdit II/Harda Bangtah AKBP Edison Sitepu saat dikonfirmasi Onlinesumut.

“Betul, besok yang bersangkutan (Benny Harianto Sihotang) akan kita periksa sebagai tersangka,” ungkap Edison, Minggu (15/9/2019).

Edison juga mengakui bahwa ini merupakan pemanggilan pertama sejak mantan Dirut PD Pasar Medan itu ditetapkan sebagai tersangka terkait kasus dugaan penipuan atas laporan Rusdi Taslim yang mengaku merugi mencapai Rp1,7 miliar atas proyek tersebut.

“Masih pemanggilan pertama,” ujarnya.

Pamen berpangkat melati dua di pundak ini turut membantah adanya unsur politik dalam kasus ini, mengingat tersangka kini tercatat sebagai politisi Gerindra. “Ini murni pidana, kami tidak ngurusi politik,” tegasnya.

Selain Benny, penyidik Subdit II Ditreskrimum Poldasu juga kabarnya juga akan memeriksa tersangka lain bernama Fernando Nainggolan alias Moses dalam kasus serupa.

Sebelumnya, Edison Sitepu telah menjelaskan, penetapan tersangka itu diambil setelah pihaknya melakukan gelar perkara.

“Penetapan tersangka setelah dilakukan gelar perkara dan memeriksa beberapa saksi sebelumnya,” terangnya.

Dirreskrimum Poldasu Kombes Andi Rian Djajadi sebelumnya juga mengatakan, dari hasil pemeriksaan, Benny Sihotang diduga kuat sebagai otak pelaku.

“Memang dia (Benny Sihotang) yang dilaporkan merupakan otak pelakunya
Sedangkan Fernando ikut serta dalam kasus ini. Dia (fernando) merupakan orang suruhan Benny,” kata Andi.

Seperti diketahui, penyidik Subdit II/Harda Bangtah Ditreskrimum Polda Sumut telah melakukan pemeriksaan terhadap beberapa saksi terkait proyek revitalisasi Pasar Horas yang berbuntut terjadinya dugaan penipuan.

Sejumlah saksi tersebut diantaranya Walikota Pematangsiantar Hefriansyah Noor dan Sekda Kota Pematangsiantar Budi Utari Siregar.

Berdasarkan informasi, proyek revitalisasi Pasar Horas Siantar diproyeksikan tahun 2018 dengan pagu sebesar Rp24 miliar.

Oleh pihak PD Pasar Horas yang saat itu posisi Dirutnya dijabat Benny Harianto  Sihotang, telah memenangkan satu perusahaan milik Fernando Nainggolan alias Moses bersama Rusdi Taslim.

Seiring berjalannya waktu, terungkap bahwa Benny  Sihotang meminta uang kepada rekanan (Rusdi Taslim). Pelapor lantas menyuruh anggotanya bernama Didit Cemerlang menyerahkan uang dan diberi lewat Fernando Nainggolan alias Moses.

Fernando Nainggolan alias Moses lantas mengirim uang tersebut kepada Benny  Harianto Sihotang lewat transfer rekening bank. Ironisnya, proyek pembangunan Pasar Horas tidak ada alias fiktif.

Akibat kejadian itu, Rusdi Taslim mengaku mengalami kerugian Rp1,7 miliar. Merasa ditipu, Rusdi Taslim yang merasa menjadi korban, kemudian melaporkan kasus itu ke Polda Sumut.

Penulis/Editor : Yudis

 

ID:2633 Responsif

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here