Abyadi Siregar, Kepala Ombudsman RI Perwakilan Wilayah Sumut/foto : dis

Onlinesumut-MEDAN : Mencuatnya kasus masuknya puluhan siswa siluman di SMA Negeri 8 Medan, kembali mencoreng citra pendidikan di Sumatera Utara.

Apalagi kasus serupa bukan baru kali ini terjadi. Beberapa tahun sebelumnya, kasus yang sama juga terjadi dan sempat membuat heboh.

Kepala Ombudsman RI Perwakilan Wilayah Sumatera Utara Abyadi Siregar yang mendengar kasus ini kembali terjadi, mengaku sangat kaget dan kecewa.

“Mencuatnya kasus ini jelas membuat kami (Ombudsman) sangat kecewa. Karena terbukti, kasus serupa yang terjadi di SMA Negeri 2 dan 13 Medan belum menjadi efek jera bagi SMA Negeri di Medan,” ujarnya saat ditemui Onlinesumut dikantornya di Jl. Sei Besitang, Medan, (11/9/2019).

Padahal sebelumnya, kata Abyadi, pihaknya terus melakukan pengawalan secara ketat setiap tahun ajaran baru, agar kasus yang sangat mencoreng wajah pendidikan di Sumut tersebut tidak berulang lagi.

“Tapi ternyata tetap saja ada oknum-oknum kepala sekolah yang bermain dan menjadikan ini bisnis. Sangat keterlaluan,” sergahnya geram.

Untuk itu, atas nama lembaga yang dipimpinnya, Abyadi meminta Dinas Pendidikan Sumatera Utara untuk segera mengambil langkah cepat dan tegas.

“Ini tidak bisa dibiarkan. Kami minta Kadisdik Sumut tak hanya mencopot Kepala SMA Negeri 8 Medan Jongor Panjaitan, tapi juga harus mengambil tindakan tegas. Dan kalau memenuhi unsur bawa kasus ini ke ranah pidana,” tegasnya.

Sidak

Tak hanya sekadar mengeluarkan pernyataan, Abyadi juga mengaku bahwa Ombudsman akan segera bersikap dalam menyelidiki kasus ini.

“Kami akan sidak langsung ke sekolah itu dalam waktu dekat,” pungkasnya.

Penulis/Editor : Yudis

 

ID:2633 Responsif

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here