Para tersangka kasus dugaan korupsi proyek Tapian Siri Siri dan Taman Raja Batu, Madina dimasukkan ke dalam mobil tahanan untuk dibawa ke LP Tanjung Gusta Medan/foto : was

Onlinesumut-MEDAN : Kasus dugaan korupsi proyek Tapian Siri Siri dan Taman Raja Batu, di Kab. Mandaliling Natal (Madina), Sumatera Utara kembali memasuki babak baru.

Menyusul penahanan 3 tersangka sebelumnya, Penyidik Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejati Sumut), Selasa (10/9/2019), kembali melakukan penahanan terhadap Plt. Kepala Dinas PU dan Tata Ruang Kabupaten Mandailing Natal (Madina) yang berinisial SD (46).

Ia ditahan bersama dua orang lainnya, yakni pria berinisial NS (45) dan seorang wanita berinisial LS (48) PNS di Dinas PU Madina selaku PPK.

“Jadi pada hari ini, tim penyidik Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara kembali menahan tiga tersangka dugaan tindak pidana korupsi dalam pelaksanaan pembangunan Tapian Siri Siri Syariah dan Taman Raja Batu Tahun Anggaran 2016-2017 di Kabupaten Madina,” jelas Kasipenkum Kejati Sumut Sumanggar Siagian, Selasa (10/9/2019).

Ketiga tersangka itu akan ditahan selama 20 hari kedepan. Mereka akan dititipkan di Lapas Tanjung Gusta Medan. “Sesuai dengan surat perintah penahanan oleh Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara,” imbuhnya.

Sumanggar menerangkan, kasus itu bermula pada tahun 2016. Dimana Kabupaten Madina memulai pembangunan Tapian Siri Siri. Selanjutnya pada tahun 2017 dilakukan pembangunan Taman Raja Batu tanpa ada kontrak terlebih dahulu.

“Sehingga proses pencairan dana kepada pelaksana pekerjaan dilakukan oleh pejabat pengadaan untuk merekayasa administrasi pengadaan langsung. Seolah-olah penyediaan barang jasa melalui metode pengadaan langsung benar dilaksanakan,” bebernya.

Pekerjaan pelaksanaan pembangunan proyek tersebut berada di daerah aliran sungai (DAS) dan sempadan Sungai Aek Singolot. Dan masih berada dalam DAS sungai Batang Gadis yang tidak boleh mendirikan bangunan permanen.

“Pelaksanaan pekerjaan pembangunan proyek tersebut yang melawan hukum telah mengakibatkan kerugian keuangan negara daerah Kabupaten Madina,” tuturnya.

Kerugian yang dialami negara, yakni, Rp 534.276.000 yang digunakan untuk pembangunan fisik pembangunan pekerjaan umum, kemudian biaya alat berat Rp. 2.296.000.000. Total kerugian keuangan negara sebesar Rp. 2.830.270.000.

“Pasal yang dilanggar Pasal 2 Ayat 1 Junto Pasal 3 junto Pasal 18 UU No 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi yang telah diubah dengan UU No. 20 tahin 2001 tentang perubahan atas UU No 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi junto pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHPidana,” tandasnya.

Sebelumnya, Kejati Sumut juga telah melakukan penahahan terhadap tiga tersangka dugaan kasus korupsi Tapian Siri-Siri Syariah dan Taman Raja Batu Madina, pada Rabu (24/7/2019). Ketiganya yakni Kadis Perkim Madina inisial RL, Pejabat PPK Perkim Madina insial ED dan KAR.

Dana pembangunan Tapian Siri-Siri Syariah dan Taman Raja Batu bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Madina Tahun Anggaran 2015.

Pagu proyek tersebut sebesar Rp8 miliar. Pembangunannya dilaksanakan di daerah aliran Sungai Batang Gadis. Dimana lokasinya tak jauh dari komplek perkantoran Bupati dan SKPD Kabupaten Madina di Paya Loting, Kec. Panyabungan.

Penulis : Buwas
Editor : Yudis

 

ID:2633 Responsif

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here