Gubsu Edy Rahmayadi (kemeja putih) didampingi Wagubsu Musa Rajekshah saat memperkenalkan Dirut Bank Sumut yang baru Muchammad Budi Utomo (berdiri) usai menggelar RUPSLB 2019/foto : dis

Onlinesumut-MEDAN : Pasca keluarnya hasil assisment dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi sebagai Pemegang Saham Pengendali (PSP), resmi mendenitifkan Muchammad Budi Utomo, sebagai Direktur Utama Bank Sumut dan Rahmat Fadillah Pohan sebagai Direktur Operasional menggantikan posisi Didi Duharsa.

Keputusan ini ditetapkan Gubsu dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) 2019 yang digelar di Gedung Bank Sumut, Jl. KH Zainul Arifin, Medan, Jumat (23/8/2019).

Dalam kegiatan yang turut dihadiri Wagubsu Musa Rajekshah dan seluruh kepala daerah kabupaten/kota sebagai pemegang saham, Edy Rahmayadi meminta Dirut yang baru segera mengambil langkah cepat untuk menuntaskan berbagai hal di dalam tubuh bank kebanggan masyarakat provinsi ini.

“Kuncinya, Dirut harus loyal ke atas dan ke bawah. Kalau ke atas kepada seluruh pemegang saham dan ke bawah kepada seluruh karyawan. Dirut harus mampu bekerjasama. Di tangan Dirut yang baru, Bank Sumut harus on the track,” pesan Edy dalam konferensi pers usai RUPSLB 2019.

Di samping itu, mantan Pangkostrad itu juga memotivasi Bank Sumut agar mampu bersaing menjadi yang terbaik dibandingkan dengan bank daerah di provinsi lain dan di luar negeri.

“Orang bilang kita harus mengimbangi BJB atau Bank DKI. Tapi saya minta saingan kita itu Bank di Malaysia dan negara tetangga lainnya. Dirut ini harus mampu berbuat untuk mewujudkannnya,” tegasnya.

Untuk itu juga, Edy berpesan agar Dirut yang baru harus berani menerapkan open management. “Baik kepada pemegang saham, ke karyawan dan juga kepada pers, meski tetap ada batasan mana yang bisa dipublish atau menjadi rahasia,” ujarnya.

Untuk membantu stabilitas Bank Sumut, Edy juga berencana menggiring BUMN dan perusahaan swasta untuk turut menggunakan fasilitas Bank Sumut.

“Misalnya, Inalum yang berusaha disini, masak tidak mau bekerjasama dengan Bank Sumut. Ada juga Pelindo, PTPN. Makanya saya berpesan, kunci semua itu semua, Bank Sumut harus meningkatkan profesionalismenya dan memiliki intelektualisme mumpuni,” tegasnya.

Sementara, Dirut Bank Sumut Muchammad Budi Utomo dalam penjelasannya mengatakan, sebenarnya
Bank Sumut memiliki patron yang baik sekali.

“Namun terkadang pengalaman yang sering membuat bank tidak survive. Karena itu, kami akan fokus 3 hal diantaranya People atau manusia. Karena dari people berubah jadi culture. Berubah jadi market place dan harus menjadi manusia kompetitif,” terangnya.

Kedua, kata Budi Utomo adalah Prosesing dan ketiga adalah produk. “Untuk produk, sebenarnya kita ketinggalan 10 tahun dari bank lain. Karena itu kita Perlu quantum loncatan jauh untuk mempercepat akselerasi. Produk kita harus mampu bersaing khususnya dalam hal pelayanan terhadap ASN ke arah yang lebih baik,” paparnya.

Untuk menciptakan perangkat yang profesional, Budi Utomo juga akan meningkatkan disiplin secara ketat. “Kita akan mulai dari recruitment. Ini harus disiplin. Karena impactnya 5 tahun ke depan. Begitu juga dengan promosi jabatan, harus juga dilakukan hal serupa,” pungkasnya.

Penulis/Editor : Yudis

 

ID:2633 Responsif

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here