Kasatreskrim Polres Deliserdang AKP Rafles Langgak Putra Marpaung SiK menjelaskan kasus penganiayaan yang disertai upaya pemerkosaan yang dilakukan tersangka Suhendra (baju orange)/foto : nyak

Onlinesumut-LUBUKPAKAM : Kerap bertemu dan merupakan tetangga di area kos yang sama, rupanya membuat Suhendra berniat jelek terhadap Monika br Sinaga.

Apalagi sejak istrinya meninggal dunia beberapa bulan lalu, duda anak satu yang berprofesi sebagai buruh bangunan itu, acapkali kelimpungan untuk melampiaskan syahwatnya.

Cerita itu terungkap dalam paparan kasus upaya pemerkosaan dan penganiayaan berat yang dilakukan pria 39 tahun itu terhadap Monika br Sinaga di kamar kosnya di Dusun I, Desa Bangunrejo, Kec. Tanjungmorawa, Deliserdang, Selasa siang, 20 Agustus 2019 lalu.

“Saya sudah sering melihatnya (korban) di tempat kos. Lalu muncul rasa suka saya hingga saya berniat menyetubuhinya,” ungkap pelaku dihadapan Kasatreskrim AKP Rafles Langgak Putra Marpaung SiK dalam paparan yang digelar di Mapolsek Tanjungmorawa, Kamis (22/8/2019).

Didampingi opungnya Sonti br Marpaung, Korban Monika br Sinaga masih terbaring lemah di ruang perawatan RS Grand Medistra Lubukpakam/foto : nyak

Dalam paparan itu, AKP Rafles Langgak Putra Marpaung menjelaskan, berawal dari seringnya pelaku melihat korban, pria asal Binjai itupun mulai bersiasat untuk menuntaskan birahinya.

“Dia pun mulai nekad berupaya masuk ke kamar kos korban lewat plafon. Karena memang kamar kos yang mereka tempati berdampingan. Begitu tau korban sedang tidur siang karena memang lagi tidak bekerja, pelaku pun menjalankan niatnya sambil menyelipkan pisau dipinggangnya,” ungkap Rafles.

Namun, begitu pelaku mulai menindih, hal itu justru membuat korban terbangun. “Meski sudah diancam, korban tetap menjerit minta tolong. Hal itu yang membuat pelaku kalap dan menusukkan pisau ke tubuh korban. Ada 5 tusukan senjata tajam yang ditancapkannya di bagian dada dan lengan korban,” jelasnya.

Didampingi Kapolsek Tanjungmorawa AKP Ilham Harahap, Rafles juga menjelaskan, setelah menganiaya buruh pabrik itu, pelaku langsung kabur.

“Saat itu perbuatannya sempat diketahui tetangga. Dari keterangan saksi itu yang membuat kasus ini terang benderang sehingga beberapa jam pasca kejadian, pelaku bisa kita tangkap di rumah temannya di Desa Tanjungmorawa B saat akan kabur ke Pekan Baru, Riau,” tandasnya.

Atas perbuatannya, pelaku terancam hukuman 5 sampai 10 tahun penjara setelah dijerat pasal berlapis yakni Pasal 351 dan 354 KUHPidana dan Undang-Undang Darurat No 12 tahun 1951 Pasal 2 tentang kepemilikan senjata tajam.

Opung korban, Sonti br Manurung saat dikonfirmasi mengucapkan terima kasih kepada pihak kepolisian yang telah berhasil menangkap pelaku penganiayaan terhadap cucunya.

“Saya juga sangat bersyukur, Tuhan masih melindungin cucu ku hingga sampai saat ini dia masih hidup,” ucapnya lirih seraya berhadap polisi menghukum pelaku seberat-beratnya.

Sementara, kondisi gadis berusia 21 tahun yang kini menjalani perawatan di RS Grand Medistra, Lubukpakam, dikabarkan mulai membaik.

Penulis : Budi Nyata
Editor : Yudis

 

 

ID:2633 Responsif

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here