3 aktor dan aktris Babe Cabita, Romaria Simbolon dan Ananta Rispo pemain film 'Kapal Goyang Kapten' saat berbicang dengan penggemarnya di Medan/foto : dis

Onlinesumut-MEDAN : Ada suasana berbeda di Plaza Medan Fair, Jl. Gatot Subroto, Medan, Senin malam (19/8/2018). Pusat perbelanjaan itu tampak lebih riuh dari biasanya, menyusul hadirnya 2 aktor komedi tanah air Babe Cabita dan Ananta Rispo, serta seorang penyanyi sekaligus aktris cilik Romaria Simbolon.

Kehadiran ketiganya pun terlihat disambut meriah para pengunjung Plaza Medan Fair. Apalagi saat mereka turut hadir di Studio 6 CinemaXX, berbaur bersama para penonton lainnya menyaksikan film ‘Kapal Goyang Kapten’ yang mereka bintangi.

Tak sebatas nonton bareng film yang akan tayang serentak di seluruh bioskop tanah air pada 5 September 2019 mendatang, kehadiran Babe, Roma dan Ananta Rispo ini juga sekaligus dalam rangkaian ‘Meet & Greet’ dengan masyarakat Medan dalam rangka mempromosikan film besutan produser sekaligus sutradara Raymond Handaya tersebut.

Meet & Greet jelang premiere film ‘Kapal Goyang Kapten’ yang dihadiri 3 bintangnya yakni Babe Cabita, Romaria Simbolon dan Ananta Rispo yang digelar di Plaza Medan Fair/foto : dis

Usai nobar, ketiganya pun langsung menyapa penonton Medan. “Horas, horas. Senang bisa hadir dan menyapa warga Medan,” teriak Romaria menyapa penggemarnya.

Sementara artis jebolan Stand Up Comedy yang berasal dari Kota Medan, Babe Cabita mengatakan, ibukota Sumatera Utara ini adalah kota kedua yang mereka kunjungi di Pulau Sumatera setelah Padang, Sumatera Barat.

“Harapannya, warga Medan bisa menyaksikan film yang bertemakan kekeluargaan dan kebersamaan dalam menggapai satu tujuan,” ungkap pria berciri khas rambut kribo tersebut.

Masih menurutnya, meski dibalut dengan komedian, banyak hal tersirat dan hikmah dalam film ke 25 yang dibintanginya itu, yang biasa dijumpai dalam kehidupan sehari-hari.

Film yang diproduksi Mega Pilar Pictures, ini dimotori Produser Roni Parini bersama-sama menggarap film dengan Raymond
Handaya. Penulis skenario sendiri dipercayakan pada Mukhadly Acho dan Awwe. Dalam skenario pembuatan filmnya terbilang singkat, memakan waktu sekitar selama 18 hari dengan mengambil lokasi syuting di provinsi Maluku, tepatnya di pulau Ambon dan di kepulauan Tual, Maluku Tenggara.

Film ‘Kapal Goyang Kapten’ bercerita soal sekelompok wisatawan yang berlibur ke Ambon. Dalam salah satu agenda, wisatawan yang terdiri dari beberapa rombongan mengunjungi sebuah pulau dengan menyeberangi pantai.

Keceriaan terpancar dari para wisatawan. Sayangnya, kebahagiaan liburan hanya bertahan beberapa saat. Kapal yang mereka gunakan untuk menyeberang dibajak sekelompok perompak amatir.

Pembajak mengarahkan kapal ke sebuah pulau yang tidak berpenghuni. Pembajak yang terdiri dari tiga orang memiliki latar belakang yang berbeda. Ada yang ingin membuktikan ke orang tuanya kalau dia tidak manja, ada yang butuh uang untuk berobat ibunya sampai seorang pengangguran.

Karena kebodohan para pembajak, mereka semua terjebak di pulau tersebut dan tidak bisa keluar. Kapal mereka tenggelam. Para wisatawan tidak mau lagi menjadi sandera. Untuk bertahan hidup di pulau tidak berpenghuni, para wisatawan dan para pembajak harus saling bekerja sama.

Konflik-konflik tidak dapat dihindari. Salah satu sebabnya karena kehidupan yang sangat berbeda di pulau dan di kota. Ada orang yang sangat suka berdandan, hobi makan, sampai satu keluarga yang tidak tahu akan berbuat apa. Namun semua tidak melulu tentang dampak negatif. Terperangkap di pulau juga semakin mendekatkan dua orang remaja.

Selain Babe, Romaria dan Ananta Rispo, sejumlah komika dan aktor-aktris papan atas Indonesia seperti Yuki Kato, Ge Pamungkas, Mamat Alkatiri, Muhadkly Acho, Roy Marten, Asri Welas, Mathias Muchus, Arief Didu, Naomi Papilaya, Andi Anissa, Ryma Gembala, dan Yusril Fahriza, turut membintangi film ini.

Sementara, sebelum menggarap film ‘Kapal Goyang Kapten’, nama Raymond Handaya sudah cukup dikenal setelah turut menyutradarai film I Love You Masbro (2012), Warisan Olga (2015), Air dan Api (2015), Cahaya Cinta Pesantren (2017) dan Flight 555 (2018).

Penulis/Editor : Yudhistira

 

 

ID:2633 Responsif

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here