Kapoldasu Irjen Agus Andrianto melakukan pembakaran uang palsu yang merupakan barang bukti hasil kejahatan/foto : ist

Onlinesumut-MEDAN : Kepolisian Daerah Sumatera Utara, memusnahkan uang palsu (upal) rupiah dengan berbagai pecahan sebanyak 21.632 lembar yang digelar di Lapangan KS Tubun Mapoldasu, Jl. Medan-Tanjungmorawa Km 10,5 Medan, Rabu (14/8/2019).

Dengan melibatkan pihak Bank Indonesia cabang Sumatera Utara, prosesi pemusnahan dilakukan usai terlebih dahulu melewati penelitian keaslian di laboratorium Bank Indonesia Counterferit Analist Centre (BI-CAC) dan telah pula berketetapan hukum di Pengadilan Negeri Kelas I-A Medan dengan nomor 01/PEN.PDI/P.MUS/2019/PN Medan pada tanggal 1 Maret  2019.

Data dari pihak kepolisian menyebutkan, total upal yang dimusnahkan sebesar 1.503.917.000 yang terdiri dari

1. Pecahan 100.000 sebanyak 8.974 lembar.
2. Pecahan 50.000 sebanyak 11.850 lembar.
3. Pecahan 20.000 sebanyak 636 lembar.
4. Pecahan 10.000 sebanyak 88 lembar.
5. Pecahan 5000 sebanyak 83 lembar.
6. Pecahan 2000 sebanyak 1 lembar.

Pemusnahan seluruh barangbukti inipun dilakukan dengan cara dibakar dalam sebuah wadah.

Direktur Eksekutif Bank Indonesia cabang sumut, Wiwiek Sisto Widayat menjelaskan bahwa seluruh upal ini ditemukan dalam temuan setoran perbankan maupun dari laporan masyarakat yang masuk kepada pihaknya.

“Ini merupakan kali pertama kali dilakukan di Sumatera Utara pemusnahan uang palsu dari 21.632 bilyet uang palsu yang ditemukan pada proses setoran perbankan maupun dari laporan masyarakat yang masuk kepada Bank Indonesia,” ungkapnya.

Dijelaskannya juga, bahwa seluruh barang bukti merupakan temuan dalam kurun waktu 5 tahun sejak tahun 2013 hingga 2018. “Dari lembaran uang palsu itu memang yang paling banyak adalah lembaran uang pecahan 50.000 dan 100.000,” jelas Wiwiek.

Lebih jauh dikatakannya, pemusnahan ini bisa dilakuka berkat kerjasama antara Polda Sumut, Bank Indonesia, Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara dan Bea Cukai Sumatera Utara.

Sedangkan Kapolda Sumut Irjen Agus Andrianto nenerangkan, sebagai bentuk perang terhadap kejahatan peredaran upal, sejauh ini pihaknya sudah menangani 27 kasus dan 3 kasus masih dalam tahap penyelidikan.

“Polda Sumatera Utara dan jajarannya telah melakukan penanganan kasus uang palsu sebanyak 27 kasus, 24 kasus sudah diselesaikan sementara 3 kasus masih dalam tahap penyidikan,” Agus.

Dikatakannya juga, perlindungan terhadap rupiah dimuat dalam Undang-undang No 7 tahun 2011 tentang mata uang. “Pada pasal 35, 36 dan 37 diatur tentang kejahatan terhadap mata uang rupiah dalam hal pemalsuan, menyimpan dan mengedarkan serta membelanjakan uang palsu. Membawa, atau memasukkan ke dalam atau keluar Negara Republik Indonesia, diancam dengan 10 tahun penjara hingga seumur hidup,” pungkasnya.

Tampak hadir dalam dalam kegiatan pemusnahan uang palsu itu diantaranya Kakanwil Bea Cukai, Oza Olivia, Wakajatisu, Sumardi, Kabinda Sumut Brigjen TNI Ruruh serta jajaran pejabat utama Poldasu.

Penulis : Riki
Editor : Yudis

 

ID:2633 Responsif

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here