Seorang petani di Desa Tuhegafoa, Kec. Lolowau, Kab. Nias Selatan, menunjukkan tanaman padi mereka yang gagal panen karena serangan hama wereng/foto : Hia

Onlinesumut-NIAS SELATAN : Puluhan hektar tanaman padi di Kec. Lolowau dan sejumlah kecamatan lainnya di Kab. Nias Selatan (Nisel) terancam gagal panen, setelah terserang penyakit yang mengakibatkan bagian leher padi membusuk.

Para petani mengaku, kondisi tersebut disebabkan serangan hama wereng jelang musim panen.

Hamparan padi di areal persawahan Desa Tuhegafoa, Kecamatan Lolowau, Kabupaten Nias Selatan, yang gagal panen/foto : Hia

Salah seorang petani padi di Tuhegafoa Fanotona Waruwu (56) menuturkan, sawah masyarakat yang ditanami padi gagal panen sampai 80 persen hingga 90 persen, hingga memicu kerugian cukup besar.

“Sebelumnya dalam satu hektar hasil panen dapat mencapai 85 karung gabah, namun dengan kondisi tanaman padi saat ini syukur kalau dapat 2 hingga 4 karung gabah,” keluhnya saat ditemui, Jumat (9/8/2019).

“Sebenarnya bibit padi yang kita tanami berbiji lebat. Namun saat menjelang panen, hampir 90% biji padi kosong tanpa isi. Diduga penyebab terjadinya kegagalan panen kali ini karena ada sejenis penyakit sejenis hama wereng,” imbuh Waruwu.

Terkait hal ini, para petani berharap pemerintahan setempat bisa secepatnya mengambil kebijakan guna menyikapi persoalan yang memicu keresahan petani agar pada musim tanam mendatang tidak terbentur pada masalah yang sama.

Sementara, sejumlah warga lain yang ditemui di lapangan mengungkapkan, tanaman padi mereka rusak pada masa perkembangan usia 80 hari setelah pindah bibit.

Menurur mereka juga, pada musim panen kali ini petani tidak memperoleh hasil dan sebaliknya juga merugi karena sudah keluar biaya pengolahan lahan dan biaya perawatan.

Saat ini ekonomi masyarakat terpuruk bukan saja memenuhi kebutuhan keluarga tetapi juga dalam pengadaan modal kerja pada musim tanam lanjutan,” tandas Dakhi warga Ndaso.

Penulis : Hasan Hia
Editor : Yudis

 

 

ID:2633 Responsif

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here