Diregsum PLN Wiluyo Kusdwiharto membuka kegiatan Rakor PLN Regional Sumatera Semester II di Simalem Resort, Karo/foto : yudis

Onlinesumut-KARO : Direktur Bisnis Regional Sumatera PT PLN, Wiluyo Kusdwiharto, membuka secara resmi kegiatan Rapat Koordinasi PLN se Sumatera yang digelar di lokasi wisata Taman Simalem Resort, Kab. Karo, Sumatera Utara, Minggu pagi (28/7/2019).

Selain dihadiri sejumlah pejabat EVP dan VP PLN, turut hadir pula seluruh General Manager di seluruh Sumatera, termasuk diantaranya GM PLN UIP Sumbagut Octavianus Padudung yang bertindak sebagai tuan rumah.

Dalam kata sambutannya, Wiluyo menyampaikan, banyak catatan penting yang perlu dibahas dan diperhatikan seluruh PLN Regional Sumatera yang berada di bawah kendalinya, hingga pertengahan 2019 atau Semester I.

“Catatan pertama dari sisi penjualan yang dikelola oleh Unit Induk Wilayah dan Distribusi,” ungkapnya.

GM UIP Sumbagut Octavianus Padudung mengenakan ulos kepada Diregsum PLN Wiluyo Kusdwiharto sebagai sambutan usai membuka kegiatan Rakor PLN Regional Sumatera Semester II/foto : yudis

Catatan kedua, sambung Wiluyo, adalah dari sisi keandalan aset PLN terutama aset pembangkit PLTU EAF PLTU PLN yang rendah yaitu sebesar 62,1% hingga masih menjadi isu yang terus berulang dan harus diselesaikan secara bersama.

“Rendahnya keandalan PLTU memiliki implikasi yang sangat besar pada operasional kita, karena menjadi salahsatu penyebab potensi kehilangan penjualan,” tandasnya.

Secara holding, sambungnya, Regional Sumatera mempunyai kontribusi 15% penjualan listrik secara PLN Nasional. Melihat lebih dalam potret realisasi penjualan setiap Unit Induk Wilayah dan Distribusi hingga Juni 2019 dapat dilihat bahwa pencapaian terhadap target penjualan terbesar diraih Unit Distribusi Lampung

Menurut Wiluyo, melihat pertumbuhan penjualan sumatera yang masih rendah apabila dilihat dari konsumsi listrik perkapita masih terdapat peluang atau opportunity dalam meningkatkan penjualan meskipun dari tahun ke tahun konsumsi listrik perkapita secara nasional meningkat hingga 1.064 kWh/kapita.

Pemukulan Gordang Sambilan oleh Diregsum PLN Wiluyo dan jajaran pejabat PLN sebagai tanda dibukanya Rakor PLN Regional Sumatera Semester II/foto : yudis

Namun secara wilayah, sambungnya, Sumatera masih berada di kisaran 600 kWh/kapita. “Kita harus mampu mengubah budaya pemanfaatan teknologi berbasis energi listrik untuk kehidupan sehari hari. Diharapkan sumatera dapat mengejar ketertinggalan konsumsi tenaga listrik perkapita dari Jawa dan negara-negara tetangga,” imbaunya.

Untuk dapat memastikan pertumbuhan penjualan sesuai dengan target yang diharapkan, kata Wiluyo kembali, tentunya harus dipastikan tidak ada kesempatan penjualan yang hilang hingga pemadaman (energy not served) akibat rendahnya keandalan aset.

Dalam kesempatan itu, Wiluyo juga turut menyinggung tentang pengembangan proyek dalam RUPTL sumatera yang didasari oleh proyeksi kebutuhan tenaga listrik yang terus mengalami penyesuaian dari tahun ke tahun.

“Berdasarkan RUPTL 2019-2028 kapasitas pembangkit yang harus diselesaikan di sumatera mencapai 12 GW dimana dengan adanya pembangkit tersebut dapat membantu meningkatkan bauran Energi Baru Terbarukan (EBT) di sumatera menjadi 45% di tahun 2025. Rencana pembangunan jaringan transmisi di sumatera sendiri mencapai 17.000 kms dimana jumlah tersebut merupakan 30% dari rencana pembangunan transmisi holding,” urainya.

Rencana pembangunan gardu induk di sumatera sebesar 28 ribu MVA sendiri, kata Wiluyo, merupakan 22,5% dari rencana pembangunan holding dan rencana pembangunan jaringan distrubusi sumatera sebesar 175.000 kms atau setara dengan 37% dari total proyek distribusi holding.

“Dari rencana pengembangan proyek pembangkit 35 GW pemerintah, dari target 9 GW di sumatera baru sebesar 6 persen pembangkit yang sudah COD, sedangkan untuk proyek 7 GW pemerintah dimana sumatera mempunyai target 3 GW, 88% dari target tersebut sudah dapat diselesaikan di sumatera,” harapnya.

“Pencapaian penyelesaian konstruksi transmisi di sumatera sendiri sudah mencapai 45% dari total target 17.000 kms yang harus diselesaikan sedangkan proyek gardu induk sudah dapat diselesaikan sebanyak 59% dari total target 28.000 MVA,” timpalnya lagi.

Tak lupa pula Wiluyo mengucapkan selamat atas beberapa capaian Regional Sumatera yang telah diukir pada semester I. Diantaranya toll listrik 275 kV dari Lahat ke Pangkalansusu sepanjang 2.834 kms yang pengerjaannya memakan waktu bertahun-tahun

“Dengan selesainya pembangunan toll listik tersebut maka tujuan utama toll listrik yaitu mengevakuasi daya dari pembangkit murah di sumatera bagian selatan sehingga dapat menurunkan biaya pokok produksi di sumatera sangat ditunggu realisasinya. Selain itu toll listrik juga dapat difungsikan untuk membantu defisit yang kerap terjadi di sistem sumatera bagian utara,” tandasnya.

Karena itu, Wiluyo pun berharap agar Rakor tersebut menjadi sarana bertukar fikiran, mencari solusi bersama dan meningkatkan kolaborasi seluruh pegawai PLN baik di bidang pembangkitan, transmisi dan distribusi niaga untuk mencapai tujuan bersama.

Sementara, pembukaan Rakor ini sendiri ditandai dengan pemakaian ulos kepada Diregsum, EVP, VP dan GM PLN Regional Sumatera, sebelum dilakukan pemukulan gordang sambilan dan penekanan tombol secara bersama-sama.

Penulis/Editor : Yudhistira

 

 

ID:2633 Responsif

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here