Umar Ritonga, tersangka kasua suap mantan Bupati Labuhabatu Pangonal Harahap yang akhirnya ditangkap penyidik KPK setelah buron selama setahun/foto : fb

Onlinesumut-LABUHANBATU : Setelah diburon penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi selama setahun, pelarian Umar Ritonga, ajudan sekaligus orang kepercayaan mantan Bupati Labuhanbatu Pangonal Harahap inipun berakhir.

Salahsatu tersangka dalam kasus suap mantan bupati yang terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) beberapa waktu lalu itu, diamankan setelah menyerahkan diri, Kamis (25/7/2019).

Umar dijemput penyidik KPK di rumah mertuanya, Ali Bosar Harahap, di Jl. Batu Sangkar, Gang Ijtimal I, Kel. Sioldengan, Kec. Rantau Selatan, Labuhanbatu, Sumatera Utara. Prosesnya pun berlangsung cepat.

“Ya, gak lama. Paling cuma sejam,” kata S Manurung, warga sekitar.

Menurutnya, pihak KPK mendatangi rumah berwarna krem dan bertiang hijau itu pada pukul 06.00 WIB. Sejam kemudian atau sekitar pukul 07.00 WIB, Umar dibawa keluar dari rumah mertuanya.

“Jam 7, sepulang dia mengantar anak sekolah, pihak KPK langsung membawanya berangkat dengan mobil,” ujar pria yang berprofesi sebagai pengepul barang bekas tersebut.

Manurung juga mengaku, dirinya pernah juga menyarankan ke keluarga Umar agar menyerahkan diri dan menjalani proses hukum yang berlaku, agar tidak dihantui kasus itu terus menerus.

“Harapan saya begitu. Dan saya sarankan ke abang Umar. Karena Umar punya keluarga. Usai proses hukum Umar masih punya masa depan. Tidak lagi selalu dihantui permasalahan itu,” paparnya.

Sementara Juru Bicara KPK, Febri Diansyah kepada wartawan mengakui penangkapan dilakukan pagi hari.

“Ya, pagi ini pukul 07.00 WIB, KPK menangkap seorang yang masuk DPO dalam kasus dugaan suap terhadap Bupati Labuhanbatu, Sumatera Utara, yaitu UMR (Umar Ritonga),” katanya.

Tim KPK, kata Febri, dibantu personel Polres Labuhanbatu mendatangi lokasi keberadaan Umar Ritonga. “Mengetahui UMR berada di rumah dan kemudian tim melakukan penjemputan dengan bantuan Polres Labuhanbatu,” bebernya.

Pihak keluarga bersama lurah setempat juga kooperatif menyerahkan UMR untuk proses lebih lanjut. “KPK menghargai sikap kooperatif tersebut,” imbuhnya.

Selanjutnya, UMR segera dibawa ke kantor KPK di Jakarta untuk proses hukum lebih lanjut. KPK, katanya berharap penangkapan DPO ini menjadi pembelajaran juga bagi pelaku lain untuk bersikap kooperatif dan tidak mempersulit proses hukum, baik yang telah menjadi DPO ataupun saat ini dalam posisi sebagai tersangka korupsi.

Penulis : Aji S Harahap
Editor : Yudis

 

ID:2633 Responsif

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here