Deputi Kemen PAN RB M. Yusuf Ateh didamping Wakil Jaksa Agung Arminsyah menyaksikan inovasi berbasis Informasi Teknologi yang dilakukan Badan Diklat Kejaksaan RI dalam mewujudkan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM)/foto : edo

Onlinesumut-JAKARTA : Deputi Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemen PAN RB), M. Yusuf Ateh mengapresiasi inovasi berbasis Informasi Teknologi yang dilakukan Badan Diklat Kejaksaan RI dalam mewujudkan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM).

Betapa tidak, di era digital ini, Setia Untung Arimuladi memanfaatkan teknologi sebagai cara kerja cerdas yang kekinin di jaman Now saat ini.

Sampai-sampai Deputi Bidang Reformasi Birokrasi, Akuntabilitas Aparatur, dan Pengawasan pada KemenPAN-RB M. Yusuf Ateh hanya bisa mengatakan WOW ketika awal sambutannya saat pencanangan WBBM di Komplek Badiklat, Ragunan, Jakarta, Selasa (23/7/2019) tersebut.

“Luar biasa, harus ada WOW nya diberikan. Ada penyewaan Power Bank. Ini, yang lebih wow tidak seperti biasanya, ada perubahan. Ini harus didorong kreativitas, atas kreasi dan inovasi-inovasinya,” ujar Ateh saat memberikan sambutan di depan Wakil Jaksa Agung Arminsyah dan Jampidsus Adi Togarisman.

Pun dia mengaku kaget ketika melihat berbagai tulisan di setiap sudut taman, ketika menginjakan kakinya masuk ke komplek dengan luas lahan sekitar 7 hektar tersebut. Padahal, sebelumnya saat pencanangan WBK nuansa lingkungan masih berbeda, namun setelah sekian bulan kemudian dirinya kaget terjadi perubahan.

“Saya senang dengan tulisan-tulisan di lingkungan taman, begitu masuk komplek ini, Saya ingat ketika awal datang ke sini dulu saat penilian WBK, tidak seindah ini,” ungkapnya.

Karena itu dia pun mengapresiasi kepada Wakil Jaksa Agung Arminsyah yang mendorong di setiap bidang Kejaksaan untuk ikut dalam program zona integritas menuju WBK, WBBM. Dia pun mengaku heran dengan pemanfaat Teknologi di Badiklat tersebut.

“Pak Wakil Jaksa Agung (Arminsyah) sebagai pengerak WBK-WBBM di Kejaksaan. Pak Jampidsus (Adi Toegarisman) yang pertama ikut WBK-WBBM,” ucapnya.

Kendati demikian, dia mengaku tidak mau sepihak untuk penilaian program pemerintah dalam membangun Zona Integritas menuju WBK dan WBBM tersebut, semua kata dia tergantung hasil survey tim penilai karena sifatnya independent.

“Seolah kecil untuk Badiklat, tapi sesunguhnya ada dampak Multiplier¬†Effect buat negara ini, karena semua bergerak. Birokrasi pilarnya kalau tidak ada perubahan-perubahan yang wow sama saja. Karena kita yang berhadapan langsung ke masyarakat, ini luar biasa,” ungkapnya.

Terpisah Inspektur Utama Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Ida Sundari, mengapresiasi atas inovasi-inovasi baru untuk sebuah perubahan dalam program Zona Integritas dari sebelumnya Badiklat Kejaksaan telah mendapat WBK dan kini menjadi WBBM. Salah satunya pemanfaatan teknologi berbasis IT dalam kegiatan pendidikan dan pelatihan.

“Saya melihat ada inovasi-inovasi baru untuk perubahan dari wilayah bebas korupsi menjadi WBBM, memang harus ada inovasi yang dibangun, salah satu contoh *E-Learning*-nya. Jadi Kepala Badiklat ini bisa melihat apa yang sedang terjadi di Badiklat, jadi bisa dimonitor dan berbicara langsung,” ungkapnya.

Disisi lain kata dia dengan pemanfaatan digitalilisasi berbasis IT terutama sistem pembelajaran berbasis moduler online learning, dan bisa termonitor setiap kegiatang yang terjadi baik di ruang kelas ataupun diluar kelas, pihaknya pun akan mengadopsi sistem yang dipakai oleh Badiklat.

“Karena saya melihat Badiklat ini ya, kami ingin mencontohlah kelas-kelas dan kegiatan yang ada dilingkungan Badiklat bisa dimonitor,” unkapnya.

Bahkan, diakui Ida terkait lingkungan Kompleks Badiklat dinilai cukup nyaman, meski dirinya belum melihat seluruh area kawasan lembaga pendidikan Kejaksaan tersebut

“Kalau dari segi lingkungan saya belum bisa bicara seluruhnya, tapi begitu masuk sudah nyaman. Mudah-mudahan dari KemenPAN ya, akan melihat dan mensurvey terkait dengan pembangunan zona integritas yang dibangun disini,” ucap Ida.

Ida menekankan, bahwa untuk mendapatkan WBBM itu harus ada peningkatan yang bisa dilihat oleh perorangan secara langsung maupun lingkungan itu sendiri.

“Itu tidak hanya untuk organisasi saja tetapi untuk masyatakat,” tandas dia.

Hadir dalam pencanangan WBBM untuk bidang Badan Diklat Kejaksaan tersebut selain Wakil Jaksa Agung Arminsyah, dan Jampidsus M Adi Toegarisman, tampak juga Sesjam Pengawasan Kejagung Tony T Spontana, Wakil Kepala Kejati DKI Yudi Handono, Wakil Kajati Banten Jacob Hendrik Pattipeilohy, Kepala Kejari Kota Bogor Yudi Indra Gunawan dan unsur pejabat eselon I dan II, dilingkungan Kejaksaan Agung dan Badiklat.

Penulis : Edo
Editor : Yudis

 

ID:2633 Responsif

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here