Penyidik Subdit III/Tipikor Ditreskrimsus Poldasu terlihat kembali melakukan penggeledahan di kantor BPKD Kota Pematangsiantar di Jl. Merdeka/foto : ist

Onlinesumut-PEMATANGSIANTAR : Pasca melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) pekan lalu, penyidik Subdit III/Tipikor Direktorat Reserse Kriminal Khusus Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Ditreskrimsus Poldasu) masih terus melakukan pengembangan dugaan kasus pungli atau pemotongan 15 persen insentif petugas pemungut pajak Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) Kota Pematangsiantar.

Guna mencari berbagai bukti pendukung lainnya, Jumat (19/7/2019), petugas kembali melakukan penggeledahan di kantor tersebut.

“Sedang dilakukan penggeledahan lagi,” ujar Kanit IV Subdit III/Tipidkor Ditreskrimsus Polda Sumut Kompol Hartono saat dikonfirmasi.

Ia menjelaskan, pengembangan yang dilakukan untuk mencari tersangka baru dalam kasus tersebut. “Tersangka masih dua, masih dilakukan pendalaman,” jelasnya.

Pendalaman yang dilakukan, lanjut Hartono, untuk mencari tau kemana saja aliran dana dan siapa saja yang menikmati hasil pemotongan insentif petugas pemungut pajak itu.

Seperti diketahui, penyidik Ditreskrimsus Polda Sumut melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Kantor BPKD Kota Pematangsiantar, Sumut, Kamis 11 Juli 2019 lalu.

Dalam OTT di Jl. Merdeka No. 8 Pematangsiantar itu, polisi menjaring tiga orang yakni Tangi M. D Lumban Tobing, Tenaga Harian Lepas BPKD Kota Pematangsiantar; Lidia Ningsih, Staf Bidang Pendapatan BPKD Kota Pematangsiantar; dan Erni Zendrato, Bendahara Pengeluaran BPKD Kota Pematangsiantar. Polisi juga mengamankan barang bukti berupa uang tunai sebesar Rp186 juta.

Polisi menetapkan Erni Zendrato Bendahara Pengeluaran BPKD Kota Pematang Siantar, dan Kepala BPKD Pematangsiantar Adiyaksa Purba sebagai tersangka dalam kasus tersebut.

Penulis : Buwas
Editor : Yudis

 

ID:2633 Responsif

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here