Gerakan Mahasiswa Anti Korupsi (GEMAK) menggelar unjukrasa di PN Medan terkait pengemplangan pajak sebesar Rp107 miliar/foto : ist

Onlinesumut-MEDAN : Puluhan orang pengunjukrasa yang mengatasnamakan dirinya Gerakan Mahasiswa Anti Korupsi (GEMAK), berunjukrasa ke Pengadilan Negeri Medan, Senin (15/7/2019).

Dalam aksi tersebut, organisasi gabungan dari Gerakan Anti Mahasiswa Anti Korupsi, Barisan Muda Nusantara dan LSM Sentral Monitoring Informasi itu, mendesak agar majelis hakim ‘memiskinkan’ Husin yang merupakan terdakwa pengemplang pajak sebesar Rp107 Milliar.

Tak itu saja, pada putusan nanti, mereka juga meminta majelis hakim menyita seluruh aset dan menghukum pelaku seberat-beratnya.

Dalam orasi, Koordinator aksi, Fandi Ginting menyebutkan bahwa Husin merupakan otak pelaku pengemplangan pajak. Sedangkan Kok An Harun dan Sutarmananto (berkas terpisah-red) keduanya telah dihukum masing-masing empat tahun dan dua tahun penjara merupakan korban konspirasi dari permainan mafia pajak yang dilakukan oleh Harun.

Terdakwa yang merupakan Direktur PT Uni Palma telah sengaja mengelabui Sutarmananto dan Kok An Harun dengan menerbitkan dan menggunakan faktur pajak yang tidak berdasarkan transaksi yang sebenarnya. Kegiatan ini dilakukannya  dalam kurun waktu Januari 2011 hingga Juni 2013 yang disampaikan ke KPP Medan Polonia.

Sementara, Humas PN Medan Hakim Jamaluddin yang menerima pengunjukrasa, mengatakan bahwa terdakwa bernama Husin tengah menjalani persidangan dan terdakwa ditahan. Sedangkan soal sita itu tentunya dilihat dari proses sewaktu penyidikan maupun penuntutan apakah mengajukan sita atau tidak.

“Begitu juga nantinya saat membacakan putusan apakah menyatakan sita berdasarkan dakwaan maupun persidangan,” sebut Jamaluddin.

Usai disambut dan diberikan pengarahan oleh Humas PN Medan, tak lama kemudian para pengunjukrasa membubarkan diri dengan pengawalan petugas kepolisian dari Polsek Medan Baru.

Penulis/Editor : Yudis

 

ID:2633 Responsif

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here