Ketua Majelis Hakim Tengku Oyong memutuskan terdakwa WN Malaysia Norzambri Bin Zain untuk dihukum rehab dalam kasus kepemilikan narkoba dalam persidangan di Ruang Cakra VII PN Medan/foto : ist

Onlinesumut-MEDAN : Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Medan Jacky Situmorang langsung menyatakan banding atas putusan Ketua Majelis Hakim Tengku Oyong yang memutuskan terdakwa Norzambri Bin Zain, pria berkewarganegaraan Malaysia untuk menjalani rehabilitasi selama enam bulan. Putusan ini jauh lebih ringan dari tuntutan jaksa yang menuntutnya selama 3 tahun dan 6 bulan penjara.

“Untuk itu kami langsung mengajukan banding atas putusan tersebut,” ucap Jacky seusai sidang, Kamis (11/7/2019).

Apalagi tak sebatas itu, dalam sidang yang digelar diruang Cakra VII tersebut, majelis hakim juga memutuskan agar penuntut umum segera mengeluarkan terdakwa dari rutan untuk menjalani rehabilitasi selama enam bulan, meski tak dijelaskan lokasi tempat rehabilitasi yang dimaksud.

Alasan majelis hakim sendiri memutuskan rehabilitasi karena adanya pertimbangan berdasarkan surat yang ditandatangani Program Manager Pusat Perawatan dan Pemulihan Adiksi Yayasan Mitra Masyarakat Sehat (YMMS), Rahmad Undito, tertanggal 28 Maret 2019.

Dari hasil pemeriksaan disimpulkan bahwa yang terperiksa, Norzambri Bin Zainal warga Jalan Tanjong Tukong Lama, Georgetown, Pulau Pinang, Malaysia terindikasi mengkomsumsi narkoba dan disarankan untuk dilakukan rehabilitasi selama enam bulan.

Usai persidangan Norzambri terlihat riang mendengarkan putusan majelis hakim kepada dirinya.

Sementara itu dari penelusuran, dakwaan Jaksa Penuntut Umum Kejari Medan, Candra Priono Naibaho menyebutkan bahwa identitas terdakwa tertera berkelahiran Kuala Lumpur, Malaysia.

Pada dakwaan itu disebutkan terdakwa berstatus kebangsaan warga negara Indonesia, dengan dua alamat Malaysia dan Indonesia, yakni Blok B-18-2 Metro Politan PJU-12 Petaling Jaya Selangor, Malaysia dan Jl. Kapten Muslim Komplek Legion No.29, Kel. Dwikora, Kec. Medan Helvetia, Kota Medan, Sumut-Indonesia.

Namun bila ditelisik keluarnya surat rekomendasi Pusat Perawatan dan Pemulihan Adiksi Yayasan Mitra Masyarakat Sehat (YMMS) tertanggal 28 Maret 2019, padahal Alumni KOLEG ITM SHAH ALAM, itu ditangkap pada 20 Desember 2018, oleh tim Satresnarkoba Polrestabes Medan di kawasan Jl. Kapten Muslim Komplek Legion No.29, Kel. Dwikora, Kec. Medan Helvetia. Saat ditangkap, pihak petugas kepolisian menemukan adanya bekas alat isap sabu.

Penulis/Editor : Yudis

 

ID:2633 Responsif

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here