Ris PH Sigiro, Kasi Pidum Kejari Telukdalam/foto : ist

Onlinesumut-NIAS SELATAN : Kejaksaan Negeri Nias Selatan (Kejari Nisel) telah mengajukan banding ke Pengadilan Negeri Gunungsitoli terkait vonis terhadap Yohana Duha, terdakwa kasus tindak pidana Pemilu.

Kajari Nisel melalui Kasi Pidum Ris PH Sigiro mengatakan, langkah banding ditempuh karena putusan itu dinilai tidak relevan.

Apalagi pada sidang sebelumnya, Kejari Nisel telah menuntut terdakwa Yohana Duha dengan pidana penjara selama 8 bulan dan denda Rp5 juta subsider satu bulan.

“Terkait hal tersebut, pada tanggal 2 Juli 2019 kami telah mengirimkan memori banding ke pengadilan Negeri Gunungsitoli. Untuk selanjutnya dilimpahkan ke pengadilan tinggi Sumut,” ucap Sigiro, Senin (8/7/2019).

Setelah perkara dilimpahkan ke Pengadilan Tinggi Sumut di Medan, katanya, maka hakim wajib memeriksa, mengadili dan memutus perkara pemilu tersebut selama 7 hari.

Seperti diketahui, pada tanggal 1 Juli 2019, Majelis Hakim Pengadilan Negeri Gunungsitoli telah melaksanakan sidang putusan perkara atas nama Yohana Duha yang disangkakan melanggar Pasal 516 UU Nomor 7 Tahun 2017 tentang pemilihan umum.

Majelis hakim memutus hukuman terdakwa selama 6 bulan pidana penjara dengan masa percobaan 1 tahun dan denda Rp10 juta subsider satu bulan.

Namun untuk saat ini Yohana Duha tidak bisa ditahan karena masih proses banding di pengadilan.

Penulis : Hia
Editor : Chairul Fadly

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here