Kapolres Tebingtinggi AKBP Sunadi SIK didampingi Kasatreskrim AKP Rahmadani SH, MH memaparkan kasus curas yang menewaskan seorang pegawai BUMN/foto : ist

Onlinesumut-TEBINGTINGGI : Setelah hampir dua pekan melakukan penyelidikan dan perburuan, tim gabungan Subdit III Ditreskrimum Poldasu bersama Satreskrim Polres Tebingtinggi, akhirnya berhasil mengungkap kasus pencurian disertai pembunuhan terhadap wanita parobaya bernama Siti Aminah Purba dikediamannya di Dusun III, Desa Kedai Damar, Kec. Tebingtinggi, Kab. Serdangbedagai pada Rabu dinihari, 26 Juni 2019 lalu.

Kasus yang sempat menggegerkan masyarakat sekitar ini cukup menarik perhatian, karena dari 6 pelaku, otak dari kasus pencurian dengan kekerasan (curas) ini adalah 2 Anak Baru Gede (ABG) berinisial AR (14), warga Dusun 3, Desa Kedai Damar dan SMPP (15), warga Dusun VI, Desa Kedai Damar, Kec. Tebingtinggi, Kab. Sergai.

Terungkap pula, SMPP diketahui tak hanya mengeksekusi korban. Diduga sudah dalam kondisi tak bernyawa ia juga sempat memperkosa wanita berusia 50 tahun yang bekerja sebagai pegawai salahsatu BUMN tersebut.

Aksi para pelaku tersebut diungkap Kapolres Tebingtinggi AKBP Sunadi SIK dalam paparannya di Mapolres Tebingtinggi, Sabtu (6/7/2018).

Kapolres Tebingtinggi AKBP Sunadi SIK didampingi Kasatreskrim AKP Rahmadani SH, MH menginterogasi para pelaku curas/foto : ist

Didampingi Kasatreskrim AKP Rahmadani SH, MH, Sunadi mengaku, tindak pidana pembunuhan dan pencurian dengan kekerasan itu terungkap berdasarkan Laporan Polisi Nomor : Nomor : Laporan Polisi Nomor : LP / 35/VI/2019/ SU / TT. TEBING, setelah peristiwa tewasnya korban dikediamannya diketahui pada 26 Juni 2019 sekitar pukul 08.30 WIB.

“Kronologisnya, Rabu, 26 Juni 2019 sekitar pukul 02.15 WIB, pelaku AR dan SMPP melakukan pencurian di rumah korban. Kedua pelaku masuk melalui jendela belakang dengan cara merusak atau mencongkel jendela dengan menggunakan parang. Mereka lalu menuju kedai milik korban untuk mengambil barang yang ada di dalam kedai,” papar Sunadi.

Di dalam kedai, lanjutnya kedua pelaku mengambil uang, rokok dan 1 unit ponsel LG. Selanjutnya kedua pelaku masuk ke ruang tengah untuk mencari barang berharga yang lain.

“Keduanya lalu menuju kamar korban. Saat di kamar korban pelaku melihat ada ponsel Vivo yang terletak di dekat korban yang sedang tidur dengan hanya memakai celana dalam,” terangnya.

AR dan SMPP yang menjadi otak tindak pidana curas yang menewaskan seorang pegawai BUMN di Kedai Damar/foto : ist

Lalu kedua pelaku berusaha untuk mengambil ponsel tersebut. Setelah berhasil mengambil ponsel kedua tersangka memeriksa lemari korban namun saat membuka lemari korban terbangun kemudian pelaku AR langsung membekap wajah korban dengan sarung.

“Korban berusaha melakukan perlawanan. Lalu pelaku SMPP membantu dengan memegangi korban lalu membekap dengan bantal kemudian memukul kepala korban dengan tangan pelaku dan selanjutnya mengikat tangan korban dan tetap membekap korban dengan bantal hingga korban lemas tidak bergerak lagi. Saat itu timbul niat pelaku AR untuk menyetubuhi korban sedangkan pelaku SMPP keluar dari rumah terlebih dahulu melalui jendela tempat pertama sekali keduanya masuk kerumah koban,” ungkapnya.

Setelah pelaku AR selesai menyetubuhi korban, kata Sunadi, pelaku lantas keluar dari rumah korban melalui pintu depan.

“Kemarin, Jumat 5 Juni 2019 sekitar pukul 14.00 WIB, berdasarkan hasil lidik personil Sub Dit III Dit Reskrimum Poldasu bersama Satreskrim Polres Tebingtinggi ditemukan barangbukti 1 unit HP Vivo Y55s milik korban yang hilang berada di tangan pelaku Lasmana alias Nanang,” ujarnya.

Dari pengakuan Nanang yang telah diamankan, ia mengaku ponsel tersebut diperolehnya dari dua orang perempuan bernama Reni dan Putri. Setelah diinterogasi, keduanya mengaku mendapatkan ponsel itu dari Doli Christian Tampubolon.

“Benang merahnya akhirnya terungkap setelah tersangka Doli mengaku dapat ponsel itu dari pelaku utama AR. Setelah AR ditangkap, ia pun mengaku aksi curas itu dilakukannya bersama tersangka SMPP,” tegasnya.

Selain otak pelaku dan 4 tersangka lain yang menjadi penadah, petugas juga menyita berbagai barang bukti diantara 2 unit ponsel merk Vivo Y55s Gold dan LG, sebilah parang tanpa gagang, seutas kabel warna hitam, bantal petak bersarung warna ungu dan sehelai sarung warna hijau lumut.

“Para pelaku kita jerat dengan pasal berlapis, Pasal 338 Subsider Pasal 365 ayat (3), (4) dan Pasal 290 ke – 1e dari KUHPidana junto Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak,” pungkas Sunadi.

Penulis/Editor : Yudhistira

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here