Penyidik Polres Labuhanbatu tengah melakukan pemeriksaan terhadap tersangka BP, pemilik Nitari Tour and Travel/foto : aji

Onlinesumut-LABUHANBATU : Korban penjualan tiket diduga bodong yang diperjualbelikan Kantor Nitari Tour and Travel, di Jl. Sirandorung, Kota Rantauprapat, Kab. Labuhanbatu diperkirakan akan terus bertambah, mengingat pemilik bisnis tersebut berinisial BP, kini sudah resmi berstatus tersangka.

Indikasi itu menguat setelah informasi dari sejumlah sumber menyebutkan, puluhan calon penumpang telah memesan tiket perjalanan hingga tahun 2020 mendatang.

“Kalau kabar yang kami terima, banyak yang sudah memesan tiketnya untuk berangkat nanti setelah lebaran,” kata Kesuma (48) warga sekitar kantor tersebut, Kamis (13/6/2019).

Dia juga berasumsi, jika kasus yang sempat membuat heboh warga dalam beberapa hari tidak cepat diselesaikan, diprediksi jumlah korban terus bertambah dan kerugian akan semakin banyak.

Apalagi sambung Kesuma, kantor Nitari Travel hingga hari ini masih terlihat disegel dengan menggunakan garis pembatas polisi (police line) yang dipasang pihak Polres Labuhanbatu.

Terpisah, Samsuten Ritonga selaku penasehat hukum tersangka BP yang didampingi tim hukum lainnya diantaranya Jalil Madani, Sutanto, Ghufron Harahap, Masmulyadi dan Dayu Putra saat ditemui mengaku bahwa Nitari Travel telah terjerat masalah hingga berdampak pada tertundanya keberangkatan.

Bahkan pengakuan istri klien kepada mereka selaku penasehat hukum, sejumlah calon penumpang telah menemuinya untuk meminta jaminan keberangkatan dalam beberapa hari dan bulan ke depan.

“Kemarin ada beberapa orang yang sudah menemui istri klien kami dan bertanya tentang nasibnya. Jadi memang, sepanjang kegiatan administrasi di kantor Nitari berfungsi, kami yakin mereka akan tetap berangkat,” janji Samsuten.

Penasehat hukum saat mendampingi tersangka BP, pemilik Nitari Travel ketika menjalani pemeriksaan di Mapolres Labuhanbatu/foto : aji

Kendati demikian, ia tetap mengkhawatirkan puluhan penumpang yang akan diberangkatkan mendatang akan bernasib serupa dengan penumpang yang tertunda sebelumnya.

“Kami juga berharap aktivitas kantor Nitari Travel berfungsi seperti biasanya. Masalah yang timbulpun hanya belakangan, ratusan orang sudah diberangkatkan sebelumnya tanpa ada kendala,” sambung Jalil.

Mereka selaku penasihat hukum juga meyakini pihak kepolisian sangat jeli dalam menangani kasus tersebut, khususnya dalam menetapkan tersangka kepada siapa saja yang terlibat dalam hal penjualan tiket itu.

“Kami yakin pihak kepolisian sangat hati-hati dalam menangani kasus ini, apalagi masih banyak calon penumpang yang akan diberangkatkan nantinya,” imbuh Samsuten dan Jalil.

Sementara, salah seorang calon penumpang bernama Nurhaidah Siregar warga Rantauprapat ketika dihubungi mengakui dia dan keluarganya sudah memesan tiket untuk berwisata ke Bali pada Agustus 2019 mendatang. Dia juga berharap tiket yang telah dipesannya tersebut tidak ada kendala.

“Kalau bisa berangkatlah, apalagi ada promo, sayangkan kalau gagal, kamipun sudah siap-siap,” ujarnya dari sambungan telepon.

Selain dia, diketahui juga terdapat pesanan 7 penumpang lainnya dengan tujuan Denpasar, Bali pada September 2019 mendatang. Namun, jika terjadi masalah gagal berangkat, bisa dipastikan korban akan bertambah dan kerugian terus membesar.

Penulis : Aji S Harahap
Editor : Yudhistira

 

 

ID:2633 Responsif

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here