Tersangka kasus narkoba RAB alias Riki Andong yang kabarnya dilepaskan Polsek Percut Seituan lewat suap Rp30 juta/foto : ist

Onlinesumut-MEDAN : Terkait adanya dugaan oknum perwira polisi di Unit Reskrim Polsek Percut Seituan melakukan tangkap lepas tersangka kasus narkoba berinisial RAB alias Riki Andong, pegiat anti narkoba yang juga ketua Dewan Pimpinan Cabang Gerakan Nasional Anti Narkotika (GRANAT) Kota Medan, Sastra SH MKn mengaku sangat menyesalkan hal tersebut.

Menurut Sastra, jika benar ada oknum petugas Reskrim Polsek Percut Sei Tuan yang melakukan “86” alias menerima suap untuk melepas tersangka narkoba, jelas hal tersebut merupakan tindakan tidak terpuji, serta bisa mencederai proses penegakan hukum dan kepercayaan publik (masyarakat) terhadap lembaga kepolisian.

”Jika memang benar, saya sebagai ketua DPC Granat Kota Medan prihatin dan sangat menyesalkan hal itu. Karena di saat pemerintah dan kita semua sebagai masyarakat sangat prihatin (concern) terhadap kejahatan narkoba, tapi ada oknum aparat penegak hukum yang melakukan tindakan tidak terpuji.

Harusnya, kata Sastra, aparat kepolisian maupun BNN harus menjadi yang terdepan dalam memberantas kejahatan narkoba.

Disinggung pendapatnya mengenai ketidaktahuan Kapolsek Percut Sei Tuan terhadap adanya dugaan oknum pimpinan di Unit Reskrim yang disebut-sebut melepaskan tersangka narkoba, Sastra berpendapat, seharusnya pimpinan harus bisa menjelaskan kepada publik agar tidak menjadi preseden di tengah-tengah masyarakat.

“Kalau memang itu benar, di era keterbukaan seperti ini harusnya pejabat terkait, (Kapolsek) harusnya bisa menjelaskan ke publik bilamana ada dugaan (melepas tersangka narkoba) yang kalau ini dibiarkan bisa merugikan institusi kepolisian itu sendiri,” kata pria yang juga Ketua Banteng Muda Indonesia Kota Medan ini.

Sastra menegaskan apabila memang benar ada oknum yang melakukan “86” atau melepas tersangka narkoba dengan menerima sejumlah uang, maka dalam hal ini pimpinan di institusi kepolisian ¬†tersebut harus berani menindak tegas apabila hal itu dilakukan anak buahnya.

“Kalau memang benar ada oknum yang melakukan 86, maka pimpinannya harus berani menindak tegas bawahannya sesuai hukum yang berlaku,” tegasnya.

Terpisah, Kapolsek Percut Seituan Kompol Subroto yang dikonfirmasi menjelaskan saat terjadinya dugaan dilepaskannya tersangka narkoba, ia mengaku belum menjabat sebagai Kapolsek.

“Saya saat itu belum menjabat sebagai Kapolsek. Untuk masalah ini sudah ditangani Propam,” terangnya.

Sebelumnya, Polsek Percut Seituan diduga melepas tersangka narkoba jenis sabu berinisial RAB alias Riki Andong, warga Kampung Cendol, Desa Kolam, Kec. Percut Sei Tuan baru-baru ini.

Dilepaskannya tersangka RAB   disebut-sebut setelah orang tua RAB menyerahkan mahar sebesar Rp30 juta pasca penangkapan sehari sebelumnya.

Penulis/Editor : Yudhistira

 

ID:2633 Responsif

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here