Kondisi Gunung Api Sinabung yang terlihat relatif tenang dengan mengeluarkan asap putih dari kawah pasca erupsi besar dengan ketinggian kolom asap mencapai 7000 meter kemarin/foto : ist

Onliesumut-KARO : Pasca erupsi dahsyat hingga ketinggian kolom mencapai 7 kilometer (7000 meter) pada Minggu sore 9 Juni 2019 kemarin, Senin (10/6/2019) kondisi Gunung Api Sinabung di Kab. Karo relatif kembali normal.

Kawah gunung yang sempat mengeluarkan gemuruh disertai lontaran material vulkanik, terpantau lebih tenamg. Hanya terlihat asap putih tipis sisa erupsi terus keluar.

Namun di sisi lain, akibat erupsi besar itu, sejumlah desa khususnya yang berada di kawasan selatan tertutup abu tebal. Salahsatunya adalah Desa Naman, di Kec. Namanteran.

Kawasan yang berjarak sekitar 6 kilometer dari puncak gunung berstatus Siaga (Level III) itu, tertutup abu tebal akibat hujan debu vulkanik saat erupsi terjadi.

Tidak hanya pemukiman warga, infrastruktur seperti akses desa hingga areal pertanian warga nyaris seluruh diselimuti debu vulkanik.

“Ginilah dampak dari erupsi kemarin. Desa kami semuanya tertutup abu,” ucap Kristiani, warga desa setempat.

Bahkan akibat situasi ini, aktifitas warga turut terganggu, termasuk jarak pandang yang sangat pendek karena abu yang terus mengguyur.

Selain itu, hujan abu juga turut mengganggu proses belajar mengajar di sebuah sekolah dasar yang hari ini memulai aktifitas pasca libur lebaran.

Sementara, petugas Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG)
yang melakukan pemantauan di Pos Pengamatan Gunung Api Sinabung di Kec. Simpang Empat menyatakan sejak pukul 00.00 WIB hingga Senin pagi, teramati Sinabung terus mengalami kegempaan disertai hembusan abu vulkanik.

“Kegempaannya masih sangat tinggi. Ini berdasarkan rekaman seismogram,” ucap Willy, Petugas Pos Pengamatan Gunung Api Sinabung PVMBG.

Terkait peristiwa ini, Willy kembali mengingatkan imbauan PVMBG agar warga yang melakukan aktifitas di luar rumah selalu menggunakan masker dan menjauhi zona merah yang sudah mereka rekomendasikan.

Sebelumnya seperti diketahui, lebih kurang sebulan sejak statusnya diturunkan dari Awas (Level IV) ke Siaga (Level III), Gunung Api Sinabung di Kab. Karo, Sumatera Utara terus menunjukkan peningkatan aktivitas.

Setelah beberapa kali erupsi kecil pada bulan Mei lalu, Minggu (9/6/2019) atau persis H plus 3 Hari Raya Idul Fitri 1440 Hijriah, gunung yang kini diketahui ketinggian puncaknya tinggal 9.460 Meter Di atas Permukaan Laut (MDPL) itu, kembali erupsi dahsyat.

Data dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) dalam rilisnya lewat pos pengamatan gunung api itu di kawasan Simpang Empat, Karo mengumumkan bahwa erupsi itu terjadi sekitar pukul 16.28 WIB dengan tinggi kolom abu teramati ± 7.000 m (7 km) di atas puncak (± 9.460 m di atas permukaan laut).

“Kolom abu teramati berwarna hitam dengan intensitas tebal condong ke arah selatan. Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 120 mm dan durasi ± 9 menit 17 detik,” ungkap Armen Putra, Kepala Pos Pengamatan.

Selain itu, kata Armen, terjadi pula awan panas ke arah tenggara sejauh 3,5 km dan selatan 3 km serta terdengar suara gemuruh sampai ke pos pengamatan gunungapi sinabung.

Penulis/Editor : Yudhistira

 

ID:2633 Responsif

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here