Direktur Advokasi BPN, Sufmi Dasco Ahmad bersama Ustad Rafdinal dan Ustad Zulkarnaen. (Foto: Istimewa)

Onlinesumut-MEDAN: Pihak Polda Sumatera Utara (Sumut) mengabulkan permohonan penangguhan atas penahanan Rafdinal dan Zulkarnain. Keduanya adalah tersangka dalam kasus dugaan makar yang ditahan pada 5 hari terakhir.

“Alhamdulillah, sejak tadi pagi hingga siang ini, kami diberi kesempatan menemani Sang Komandan, Abangda DR Sufmi Dasco Ahmad MH (Direktur Advokasi & Hukum BPN Prabowo Sandi berkunjung ke Markas Polda Sumut, bersilahturahmi dengan Bapak Kapolda Sumut dan jajarannya, sekaligus mengurus agar Ustad Zulkarnain (Sekretaris GNPF Sumut) dan Ustad Rafdinal (Wakil Ketua GNPF Sumut) bisa menjadi tahanan luar. Kedua ustad tersebut sudah 5 hari menjadi tahanan di Polda Sumut atas kasus dugaan makar. Setelah Bang Dasco sendiri yang menjadi jaminannya dan atas dasar kebijaksanaan Bapak Kapolda Sumut, akhirnya Ustad Zulkarnain dan Ustad Rafdinal bisa keluar hari ini juga..Alhamdulillah, mereka bisa merayakan Idul Fitri, berlebaran bersama keluarga di rumah,” kata Ketua Tim Kuasa Hukum Rafdinal, Padian Adi Siregar melalui keterangan tertulisnya, Jumat (31/5/2019).

Ketua Majelis Hukum dan HAM Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Medan, itu menambahkan, penangguhan tersebut menjadi upaya seluruh pihak yang menginginkan agar kasus ini dapat berjalan lancar.

Atas kebijaksanaan dari pihak Polda Sumut ini, mereka mengaku sangat berterima kasih kepada Kapolda Sumut Irjen Agus Andrianto. Dasco sendiri menurutnya langsung kembali ke Jakarta untuk menyelesaikan beberapa kasus serupa di beberapa daerah.

“Terima kasih, Bapak Kapolda Sumut. Setelah selesai urusan, siang ini juga, Bang Dasco segera bergegas kembali ke Jakarta. Beliau harus juga segera menuntaskan banyak kasus lainnya yang mirip di daerah lainnya. Semoga lancar selalu perjuangannya, abangda,” ujarnya.

Seperti diketahui, Rafdinal dan Zulkarnain ditahan oleh polisi setelah sebelumnya ditetapkan jadi tersangka kasus dugaan makar. Mereka dikenakan pasal 107 KUHPidana tentang perbuatan makar.

Menurut Kapolda Sumut, dalam perkara ini penegakan hukum dapat dilakukan dalam rangka untuk pencegahan didasarkan pada berbagai aktifitas dan kegiatan yang sudah terjadi.

Penulis/Editor: Budi Wasisto

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here